Budi Waluyo, representatif dari DLH, menegaskan bahwa kerja bakti massal yang terkoordinasi secara nasional seperti ini sejatinya menjadi cermin sejauh mana pemerintah daerah dan masyarakat mampu bekerja sama. Inisiatif Pemkab Dharmasraya dinilai sudah tepat mulai dari pengawasan, pemilahan sampah, hingga pelibatan warga.
Namun, tantangan nyata tetap menanti: kesadaran masyarakat yang belum merata, keterbatasan fasilitas pengelolaan, serta kondisi TPA yang masih jauh dari ideal.
Harapannya, kerja bakti Sabtu mendatang tidak berhenti sebagai ritual tahunan semata. Ia harus menjadi titik balik bagi lahirnya kebiasaan baru: menjadikan kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama, bukan sekadar urusan pemerintah.
Jika kesadaran ini tumbuh, Dharmasraya berpeluang bangkit sebagai contoh daerah yang bukan hanya indah secara estetika, tetapi juga sehat dan lestari untuk generasi mendatang.
(ssa)
