BaznasBeritaKabupaten Dharmasraya

Saat Duka Menyelubungi Sumbar, Baznas Dharmasraya Datang Membawa Harapan

1025
Tim Baznas Dharmasraya serahkan bantuan untuk korban bencana alam Sumatera Barat
Tim Baznas Kabupaten Dharmasraya serahkan bantuan untuk korban bencana alam Sumatera Barat. (f/ist)

Baznas bukan lembaga keuntungan. Mereka bekerja dengan landasan iman dan amanah. Setiap bantuan yang disalurkan adalah hasil dari kepercayaan masyarakat. Dan kepercayaan itu tidak boleh dikhianati.

Karena itu, saat musibah terjadi, Baznas Dharmasraya tidak menunggu instruksi. Mereka bergerak cepat. Mereka tahu bahwa dalam bencana, satu hari saja keterlambatan bisa berarti satu keluarga terpaksa tidur dalam kelaparan atau kedinginan.

ADVERTISEMENT

Gerak cepat ini bukan hanya soal profesionalitas, tetapi juga refleksi dari budaya Minangkabau yang menjunjung tinggi solidaritas dan gotong royong.

Di ranah adat, dikenal pepatah, “Sakik samo diraso, hilang samo dicari.”

Yang artinya, ketika satu terluka, semuanya ikut merasakan, ketika satu kehilangan, semuanya ikut berusaha mencarikan solusi.

Maka, bantuan Baznas Dharmasraya adalah penjelmaan modern dari filosofi lama itu falsafah yang tetap hidup melintasi zaman.

Di akhir setiap kunjungan, Baznas Dharmasraya selalu menyampaikan pesan sederhana. Ayo teruskan kebaikan ini. Karena mereka sadar, tugas kemanusiaan tidak pernah selesai hanya dengan satu kunjungan atau satu penyaluran.

Setiap bencana yang terjadi adalah pengingat bahwa manusia tidak pernah bisa berdiri sendiri. Ada kalanya kita menjadi pihak yang memberi, ada kalanya menjadi pihak yang menerima.

Zakat, infak, dan sedekah adalah jembatan yang menyambungkan keduanya menghubungkan hati yang kaya empati dengan mereka yang sedang diuji.

“Bencana bisa menimpa daerah mana saja. Hari ini mereka yang tertimpa, esok bisa jadi kita. Maka, selama kita mampu, bantulah. Karena memberi tidak pernah membuat seseorang jatuh miskin,” begitu pesan yang disampaikan Ardios Monti Malano, Wakil ketua Bidang Administrasi, Sumber Daya Manusia dan Umum Baznas.

Exit mobile version