Mjnews.id – Siang itu, suasana di Mapolres Dharmasraya terasa sedikit berbeda. Langkah-langkah tegap para personel berpadu dengan hangatnya sambutan ketika Wakapolda Sumatera Barat, Brigjen Pol. Solihin, tiba bersama rombongan, Jumat (17/4/2026).
Kunjungan itu bukan sekadar seremonial. Ia membawa pesan, juga napas baru bagi jajaran kepolisian di daerah yang terus bergerak menghadapi dinamika keamanan dan pelayanan publik.
Kehadiran orang nomor dua di Polda Sumbar tersebut disambut oleh Wakapolres Dharmasraya, Kompol Rizky Cholid, mewakili Kapolres AKBP Kartiyana Widyarso Wardoyo Putro, bersama para pejabat utama.
Tidak ada kemewahan berlebihan yang tampak justru kesederhanaan yang akrab, khas institusi yang sedang berbenah dari dalam.
Agenda dimulai dengan sesuatu yang menenangkan, salat Jumat berjamaah di Masjid Al-Amin Polres Dharmasraya. Dalam keheningan doa, seolah menjadi jeda sejenak dari rutinitas tugas yang kerap penuh tekanan.
Usai salat, langkah berlanjut ke halaman Mapolres. Di bawah terik siang, penanaman pohon dilakukan. Sebuah simbol sederhana, namun sarat makna tentang harapan, tentang keberlanjutan, dan tentang tanggung jawab menjaga bumi, seiring menjaga keamanan masyarakat.
Namun, inti kunjungan justru terasa di Aula Presisi. Di hadapan seluruh personel, Brigjen Pol. Solihin tidak hanya memberi arahan, tetapi juga menyampaikan kegelisahan yang sering tak terucap. Ia menegaskan bahwa tantangan kepolisian hari ini bukan hanya soal menjaga keamanan, tetapi juga menjaga kepercayaan.
Soliditas, integritas, dan profesionalisme tiga kata yang diulang dengan tekanan. Ia mengingatkan, sekecil apa pun laporan masyarakat, harus dijawab dengan kesungguhan. Sebab dari hal-hal kecil itulah kepercayaan dibangun atau justru runtuh.
Tak hanya itu, peringatan keras juga disampaikan, jauhi pelanggaran, terutama narkoba dan perilaku menyimpang yang bisa mencoreng institusi. Dalam nada yang tegas, namun tetap membumi, ia menekankan bahwa seragam bukan sekadar simbol, melainkan amanah.
“Tidak ada yang lebih hebat dari kebersamaan. Kita harus saling menguatkan, saling mengingatkan, dan bekerja dengan hati dalam melayani masyarakat,” ujarnya, kalimat yang seolah menggema lebih lama dari tepuk tangan yang mengikutinya.
Ia juga mengingatkan kewaspadaan, terutama di hari-hari rawan seperti libur panjang. Pengawasan terhadap tahanan, potensi gangguan kamtibmas semua harus menjadi perhatian serius, tanpa celah.
Kunjungan itu pun berakhir tanpa hiruk-pikuk. Namun, pesan yang ditinggalkan terasa berat sekaligus penting, bahwa menjadi polisi hari ini bukan hanya soal tugas, tetapi soal menjaga marwah.
Di Dharmasraya, siang itu, yang ditanam bukan hanya pohon, tapi juga harapan agar institusi ini terus tumbuh, berakar kuat, dan memberi teduh bagi masyarakat yang dilayaninya.
(sutan)
