Harapan yang sama juga disampaikan Wali Nagari Alahan Nan Tigo, Ismet Suhendro. Menurutnya, pembangunan jalan ini bukan hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mempererat hubungan sosial masyarakat dua nagari yang selama ini memiliki ikatan kekerabatan yang kuat dan saling mengunjungi.
Banyak warga Alahan Nan Tigo yang memiliki kebun di sekitar kawasan tersebut. Dengan akses yang semakin baik, aktivitas bertani dan mengangkut hasil kebun akan menjadi lebih mudah dan efisien.
Pembangunan Jalan Bukit Hujan mungkin hanya sepanjang 1,7 kilometer. Namun bagi masyarakat Lubuk Besar dan Alahan Nan Tigo, jalan ini bukan sekadar hamparan tanah yang diperkeras atau tanjakan yang dipangkas.
Jalan ini adalah penghubung menuju pelayanan kesehatan yang lebih cepat, pendidikan yang lebih mudah dijangkau, roda ekonomi yang bergerak lebih lancar, serta bukti bahwa harapan yang diperjuangkan selama dua puluh tahun akhirnya benar-benar menemukan jalannya. (*)
