Berikutnya, kendaraan INAFIS Polres Dharmasraya, mobil tahanan hasil kolaborasi dengan Lapas Kelas III Dharmasraya, mobil perahu karet siaga bencana, mobil SIM Keliling hingga mobil ambulans Polres Dharmasraya turut mengambil bagian dalam parade.
Rangkaian kendaraan itu seakan menjadi gambaran lengkap tentang kehadiran Polri di tengah masyarakat, mulai dari patroli, pembinaan masyarakat, penegakan hukum, pelayanan administrasi, keselamatan lalu lintas, penanganan bencana hingga pelayanan kesehatan.
Bagi masyarakat yang menyaksikan, pawai tersebut bukan hanya menghadirkan kemeriahan HUT RI. Ada pesan yang lebih dalam, bahwa kemerdekaan harus dirayakan dengan kebersamaan, dan keamanan akan terasa lebih kuat ketika aparat dan masyarakat berdiri dalam satu barisan.
Di tengah derap kendaraan dan semarak merah putih, Nagari Sungai Duo pun menjelma menjadi panggung kebangsaan. Polri hadir bukan hanya dengan seragam dan kendaraan dinas, tetapi juga membawa pesan persatuan, pelayanan dan semangat gotong royong.
Pawai budaya HUT ke-81 Kemerdekaan RI akhirnya menjadi lebih dari sekadar parade. Ia menjadi potret kecil tentang Indonesia yang beragam, namun tetap berjalan dalam satu irama, bersatu, bergotong royong dan menjaga kemerdekaan.
(Sutan)
