BeritaKabupaten Dharmasraya

Bupati Dharmasraya Perintahkan Camat dan Wali Nagari Perketat Pengawasan Karhutla

28
Penandatanganan Deklarasi Bersama Anti Karhutla bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Dharmasraya
Penandatanganan Deklarasi Bersama Anti Karhutla bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Dharmasraya. (f/pemkab)

Langkah antisipasi kabut asap

Pemkab Dharmasraya juga telah membagikan masker kepada masyarakat pada awal munculnya kabut asap sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kesehatan.

Meski terjadi kabut asap, kondisi tersebut sejauh ini belum sampai mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah. Pasar tetap beroperasi normal, sementara aktivitas perkantoran berlangsung seperti biasa.

ADVERTISEMENT

Di sektor pendidikan, Pemkab sempat meliburkan kegiatan belajar mengajar bagi anak TK dan PAUD selama tiga hari sebagai langkah antisipasi. Setelah dilakukan evaluasi, kegiatan belajar kembali diperbolehkan dengan ketentuan seluruh proses pembelajaran dilaksanakan di dalam ruangan.

Sinergi Pemkab Dharmasraya melalui BPBD, Damkar dan perangkat daerah bersama TNI, Polri, camat, wali nagari serta masyarakat selama tiga minggu terakhir juga dinilai menunjukkan hasil positif.

Jumlah titik panas atau hotspot disebut mengalami penurunan signifikan dan titik api yang muncul dapat ditangani di lapangan.

Perbaikan juga terlihat pada kualitas udara selama satu minggu terakhir. Sebelumnya berada pada kategori tidak sehat dengan rata-rata indeks sekitar 134, kini berada pada kategori kurang sehat dengan rata-rata indeks sekitar 96.

Untuk memperkuat penanganan karhutla sekaligus menghadapi kondisi kekeringan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat turut memberikan dukungan berupa dua unit mobil air dan satu unit truk tangki.

Di tingkat nagari, pemerintah nagari diarahkan menginventarisasi seluruh peralatan pemadam darurat dan memastikan ketersediaan sumber air. Selain itu, setiap nagari diminta membangun sistem pelaporan cepat sehingga setiap temuan titik api dapat segera ditindaklanjuti.

Pernyataan itu memuat komitmen bersama untuk menolak segala bentuk pembakaran lahan pertanian, perkebunan dan perhutanan serta mendukung penegakan hukum terhadap pihak yang melakukan pembakaran.

“Nasib kelestarian lingkungan dan kesehatan serta keselamatan masyarakat Dharmasraya ada di tangan kepedulian kita bersama. Mari kita kawal deklarasi ini dengan aksi nyata demi mewujudkan Dharmasraya Bebas Asap,” tegasnya.

Maklumat anti karhutla tersebut dihadiri dan ditandatangani Kapolres Dharmasraya yang diwakili Kabag Ops AKP Zamrinaldi, Dandim 0310/SSD yang diwakili Danramil Koto Baru Kapten CKE Jarman, serta Kepala Kejaksaan Negeri Dharmasraya yang diwakili Kasi Datun Abrinaldy Anwar, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Dharmasraya Catur Eby, Kalaksa BPBD Dharmasraya Suherman Junaidi, Kesatpol-PP dan Damkar yang diwakili Kabid Penegakan Perda Rafi Usman, sejumlah kepala OPD, Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, serta seluruh camat dan wali nagari se-Kabupaten Dharmasraya.

(Sutan)

Exit mobile version