Dikatakannya, pemerintah akan terus mendorong agar lembaga adat, salah satunya Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) untuk semakin kuat secara kelembagaan.
“Dengan begitu, maka LKAAM memiliki kapasitas yang lebih besar untuk menjadi lembaga yang menjalankan, mewariskan dan memajukan nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal di Minangkabau. Diantaranya adalah nilai-nilai berbasis Adat Basandi Syara’ dan Sara Basandi Kitabullah (ABS SBK) dan adat salingka nagari. Kemudian capaian terbesarnya agar masyarakat Minangkabau terus memiliki marwah,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Puji Basuki mengatakan bahwa berkolaborasi dengan LKAAM adalah keniscayaan untuk memajukan kebudayaan.
“Dalam rangka melestarikan adat dan memajukan kebudayaan, berkolaborasi dengan LKAAM adalah sebuah keniscayaan, mengingat bahwa LKAAM berakar dari masyarakat dan kebudayaan Minangkabau itu sendiri,” ujarnya.
Ia menyatakan pihaknya akan terus mendorong kolaborasi lembaga-lembaga berbasis Adat dan kearifan lokal.
“Tentu LKAAM bukan satu-satunya lembaga yang tugasnya melestarikan adat dan kebudayaan, ada lembaga Bundo Kandung dan lembaga lainnya, nantinya kita akan terus memperkuat lembaga-lembaga ini dan mendorong kolaborasi untuk mencapai memastikan pemajuan kebudayaan ini nantinya,” kata Puji.
Kemudian, Ketua LKAAM Kabupaten Sijunjung, Zulmafitra, Dt Gindo Jalelo mengapresiasi Pemkab Sijunjung yang telah memberikan perhatian kepada LKAAM.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah terhadap LKAAM lewat kegiatan bimtek ini, serta sokongan-sokongan pemerintah dalam bentuk anggaran yang telah direncanakan,” ucapnya.
(Dicko)












