BeritaKabupaten Sijunjung

Evaluator UNESCO Telusuri Geosite Unggulan di Geopark Ranah Minang Silokek

29
Evaluator UNESCO Telusuri Geosite Unggulan di Geopark Ranah Minang Silokek
Evaluator UNESCO Telusuri Geosite Unggulan di Geopark Ranah Minang Silokek, Kabupaten Sijunjung. (f/ist)

Mjnews.id – Dua evaluator UNESCO Global Geopark (UGGp) menelusuri sejumlah geosite unggulan di kawasan Geopark Ranah Minang Silokek, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Selasa (18/8/2026). Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir mendampingi langsung rangkaian kunjungan tersebut.

Kunjungan ini menjadi bagian penting dari proses revalidasi status Geopark Ranah Minang Silokek di tingkat internasional. Para evaluator melihat secara langsung kekayaan geologi, sejarah, pendidikan, budaya hingga pengelolaan pariwisata yang melibatkan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Sejumlah geosite yang dikunjungi di antaranya Formasi Kuantan Karst Geosite, yang menyimpan batuan gamping berusia sekitar 350 juta tahun, serta Ngalau Basurek dengan stalaktit, stalagmit dan sungai bawah tanah.

Evaluator juga melihat Granit Tipe A Sila, batuan yang diperkirakan terbentuk sekitar 176 juta tahun lalu pada Periode Jura. Kekayaan geologi tersebut menjadi bagian penting dari bentang alam yang hingga kini menopang kehidupan masyarakat melalui aktivitas persawahan dan perkebunan.

Baca Juga: Pemprov Sumbar dan Pemkab Sijunjung Bertemu Tim Evaluator Aspiring UNESCO Global Geopark

Kunjungan berlanjut ke Desa Wisata Silokek. Kehadiran evaluator disambut dengan makan bajamba, produk UMKM dan penampilan talempong kayu. Desa ini menjadi salah satu kawasan inti geopark yang memperlihatkan keterpaduan antara bentang alam karst, granit, sungai dan budaya masyarakat.

Pengelolaan kawasan juga melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), sehingga pengembangan geopark tidak hanya diarahkan untuk menjaga kelestarian alam, tetapi juga membuka peluang ekonomi sekaligus mempertahankan budaya lokal.

Evaluator kemudian mengunjungi SDN 28 Durian Gadang, peraih juara II Geopark Corner antarsekolah se-Kabupaten Sijunjung, serta Lokomotif Uap Silukah, peninggalan perkeretaapian kolonial Belanda yang kini menjadi situs cagar budaya dan potensi wisata heritage.

Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir mengatakan, revalidasi UNESCO menjadi momentum penting bagi daerah untuk menunjukkan bahwa Geopark Ranah Minang Silokek bukan hanya memiliki kekayaan geologi, tetapi juga memiliki keterkaitan kuat dengan kehidupan masyarakat.

“Geopark Ranah Minang Silokek bukan sekadar kawasan yang memiliki keunikan geologi. Di dalamnya ada sejarah, budaya, pendidikan, lingkungan dan kehidupan masyarakat yang harus kita jaga bersama,” ujar Benny.

Menurutnya, Pemkab Sijunjung terus mendorong agar keberadaan geopark memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya melalui pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, UMKM, ekonomi kreatif dan pelestarian budaya.

Exit mobile version