BeritaKabupaten Solok

TPID Sumsel Berkunjung ke Kabupaten Solok, Bahas Opsi Kerja Sama

494
TPID Sumsel Berkunjung ke Kabupaten Solok
TPID Sumsel Berkunjung ke Kabupaten Solok. (f/pemkab)

Mjnews.idKabupaten Solok kembali menunjukkan kiprahnya sebagai lumbung pangan strategis di Sumatera Barat. Kali ini, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Selatan berkunjung ke daerah berjuluk “Solok Nan Indah” dalam rangka penjajakan kerja sama pengendalian inflasi, Selasa , 24 Juni 2025.

Rombongan TPID Sumsel yang terdiri dari berbagai unsur strategis, mulai dari TPID provinsi dan kabupaten/kota, Bank Indonesia, hingga para distributor komoditas pangan.

ADVERTISEMENT

Bertempat di Bangsal Pasca Panen Bawang Merah, Alahan Panjang, rombongan TPID Sumatera Selatan disambut hangat oleh jajaran TPID Kabupaten Solok di bawah koordinasi Sekretaris TPID, Yosi Agusta.

Turut hadir dalam penyambutan, Kepala Dinas Perhubungan M. Djoni, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Syoufitri, Kadis Kominfo Teta Midra, Kabag Kerjasama Elfian Hart, Ketua Kelompok Tani Muaro Datau Diateh Amri Ismail, Champion Bawang Merah Indra Wardi, serta perwakilan OPD terkait lainnya.

Yosi Agusta memperkenalkan potensi unggulan Kabupaten Solok sebagai daerah agraris yang sangat kaya hasil pertanian.

Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Solok surplus dalam tiga komoditas utama: beras, bawang merah, dan cabai merah.

“Produksi cabe merah kita mencapai surplus 77 persen, hanya 23 persen yang dikonsumsi masyarakat lokal. Begitu juga bawang merah, dari 216 ribu ton per tahun, hanya 11 ribu ton atau sekitar 5 persen yang dikonsumsi masyarakat Kabupaten Solok,” terang Yosi.

Sementara untuk beras, 80 persen dari total produksi Kabupaten Solok bahkan dikirim ke luar Sumatera Barat.

Yosi menegaskan bahwa dengan kondisi surplus tersebut, Kabupaten Solok siap menjalin kemitraan antar daerah untuk mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah lain, termasuk Sumatera Selatan.

“Sebagai daerah surplus, tentu kami terbuka untuk bekerja sama dengan daerah-daerah yang mengalami kekurangan pasokan. Kami sudah menjalin kerja sama dengan Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, dan beberapa kabupaten/kota lainnya,” ujarnya.

Exit mobile version