Mjnews.id – Keluarga Besar almarhumah Cindi, 27 tahun, asal Padang, meski berat tampaknya sudah merelakan dan telah mengikhlaskan kepergian Cindi untuk selama-lamanya menemui Sang Maha Pencipta.
Cindi ditemukan tewas di Villa Laxe Alahan Panjang pada 8 Oktober 2025 lalu. Sontak peristiwa tersebut mengguncang masyarakat Alahan Panjang, Kabupaten Solok sekitarnya.
Angku Dt Bandaro Jambak, salah seorang tokoh masyarakat Alahan Panjang ketika bercakap-cakap dengan Mjnews.id pada Senin 20 Oktober 2025, mengatakan, pasca kematian Cindi pada 8 Oktober 2025 lalu, sampai berita ini diturunkan, pihak rumah sakit dan pihak kepolisian setempat sudah melakukan olah tempat kejadian peristiwa dan tim dokter pun juga sudah melakukan visum et repertum.
Namun pada saat pihak rumah sakit hendak melakukan operasi bedah terhadap jenazah Cindi guna penyidikan mendalam, di mana diperoleh kabar pihak keluarga korban menyatakan keberatan dan tidak bersedia serta tidak mengizinkan pihak dokter untuk melakukan visum et repertum lebih mendalam yakni dengan cara melakukan pembedahan bagian tubuh jenazah.
Baca Juga: Respon Insiden di Alahan Panjang, Gubernur Sumbar Minta Pengawasan Penginapan Diperketat
Tampaknya keluarga korban sudah merelakan dan telah mengikhlaskan atas kepergian Cindi, meski berat namun sudah bisa menerima fakta dan kenyataan terjadi sehingga dengan demikian penyidikan diakhiri.
Dikabarkan, korban sebelum kejadian hanya berdua saja sama suaminya menginap di Villa Laxe. Cindi baru empat hari setelah menikah dan pergi berbulan madu di salah satu Villa Laxe Alahan Panjang tersebut.
Korban ditemukan tewas di bak tempat mandi. Diduga kuat, pasangan suami istri tersebut diduga terpapar gas karbon monoksida water heater. Sang suami sempat menjalani perawatan medis intensif.
Suami Cindi adalah orang Alahan Panjang, sementara Cindi berasal dari Padang.
(Zal Mega)
