Pendataan masyarakat terdampak bencana dilakukan secara tepat dan akurat
Menteri Sosial juga meminta pemerintah daerah dan Forkopimda memastikan pendataan masyarakat terdampak dilakukan secara tepat dan akurat. Data tersebut menjadi dasar agar bantuan pemerintah dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Kita ingin memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan sesuai kebutuhannya. Kalau masih ada yang belum menerima, semuanya berproses berdasarkan pendataan yang dilakukan di lapangan,” kata Syaifullah Yusuf.
Adapun bantuan yang diserahkan Kemensos meliputi santunan ahli waris untuk dua korban meninggal dunia sebesar Rp30 juta, bantuan dua korban luka berat Rp10 juta, bantuan 14 korban luka ringan Rp35 juta, bantuan logistik penanganan bencana Rp203.852.860, serta 200 paket sembako senilai Rp49,9 juta.
Menteri Sosial turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan bencana, termasuk Tagana dan unsur lainnya.
Dengan dukungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok berharap proses penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak dapat berlangsung lebih cepat. Pemerintah daerah juga berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, BNPB, BPBD, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
(Siska)
