BeritaKota BukittinggiParlemen

Reses Perdana Anggota DPRD Bukittinggi Dapil MKS “Banjir” Usulan, Apa Sebab?

665
Reses Anggota DPRD Bukittinggi Dapil MKS
Reses Anggota DPRD Bukittinggi Dapil MKS. (f/ist)

Mjnews.id – Sebanyak 9 dari 11 anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Mandiangin Koto Selayan (MKS) melaksanakan reses perdana secara berkelompok, Senin 9 Desember 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari Masa Sidang I Tahun 2024-2025.

Kesembilan anggota DPRD yang hadir dalam reses tersebut adalah Dedi Fatria, Neni Anita, Andi Putra, Elfianis, Dede Suriady Harahap, Berliana Betris, Amrizal, Linda Wardianti, dan Yundri Refno Putra. Sementara itu, dua anggota lainnya Ibrayaser dan Shabirin Rachmat, melakukan reses secara perorangan.

ADVERTISEMENT

Kegiatan reses bertempat di kantor Camat MKS dan dibuka langsung Camat MKS Syukri Naldi. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, termasuk jajaran SKPD terkait, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, perwakilan pemuda, serta ratusan warga dari seluruh kelurahan di Kecamatan MKS.

Koordinator Tim Reses Dedi Fatria menjelaskan bahwa reses kali ini merupakan yang pertama bagi anggota DPRD periode 2024-2029.

Ia juga menegaskan pentingnya reses sebagai kewajiban anggota dewan untuk turun langsung ke masyarakat dan mendengarkan aspirasi di dapil mereka.

“Tujuan utama reses adalah menjemput aspirasi masyarakat, yang dilakukan tiga kali dalam setahun. Namun, perlu diketahui bahwa kondisi keuangan Kota Bukittinggi saat ini sedang tidak baik karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak tercapai dan pengelolaan keuangan daerah yang kurang optimal,” ujar Dedi.

Ia juga menambahkan bahwa pokok-pokok pikiran (Pokir) hasil reses ini baru bisa direalisasikan pada tahun 2026. Mengingat Pokir tahun 2025, masih berdasarkan aspirasi dari anggota DPRD periode sebelumnya (2019-2024).

Camat MKS Syukri Naldi, menyambut baik kegiatan reses ini dan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan di daerah masing-masing.

“Ini adalah reses perdana anggota DPRD terpilih di dapil MKS. Jadi, sampaikanlah permasalahan, kebutuhan, dan permintaan agar dapat ditindaklanjuti oleh perwakilan kita di DPRD,” ungkap Syukri.

Dalam sesi tanya jawab, warga menyampaikan berbagai permasalahan yang masih belum terselesaikan. Beberapa diantaranya adalah belum terealisasinya Pokir, Banyak aspirasi masyarakat melalui Pokir sebelumnya yang belum direalisasikan hingga kini.

Kondisi trotoar di beberapa titik yang sering menyebabkan kecelakaan dan penanganan banjir yang belum efektif di beberapa wilayah, belum terpenuhinya honor bagi imam masjid secara layak dan pengajuan proposal warga yang sudah berulang kali disampaikan namun belum ditindaklanjuti.

Selain itu, warga juga mengusulkan peningkatan fasilitas keamanan seperti pemasangan CCTV di beberapa area strategis.

Kegiatan reses ini menjadi langkah awal bagi anggota DPRD untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan memahami kondisi riil di lapangan. Diharapkan aspirasi yang disampaikan dapat menjadi acuan dalam penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran, meskipun realisasinya membutuhkan waktu.

Dengan semangat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan DPRD, diharapkan berbagai permasalahan yang dihadapi warga di Kecamatan MKS dapat segera menemukan solusi yang nyata.

(Aii)

Exit mobile version