BeritaKota Bukittinggi

‎Dampak Kabut Asap, Pemko Bukittinggi Imbau Pelajar Gunakan Masker

16
Kota Bukittinggi terdampak kabut asap
Kota Bukittinggi terdampak kabut asap. (f/pemko)

Mjnews.id – Kondisi udara di Kota Bukittinggi dilaporkan memburuk di tengah kabut asap yang diduga berkaitan dengan Karhutla (Kebakaran hutan dan lahan) di sejumlah wilayah. Untuk antisipasi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi mengimbau pelajar untuk gunakan masker.

‎Kepala Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi, Albertiusman mengatakan, kebijakan untuk pemberlakuan pembelajaran jauh segera disesuaikan dengan kondisi terkini kualitas udara. Namun, untuk langkah antisipasi awal, setiap sekolah diarahkan untuk menginformasikan kepala orang tua murid, agar pelajar menggunakan masker dan meniadakan upacara bendera.

ADVERTISEMENT

‎”Disesuaikan dengan surat keputusan Mendikdasmen nomor 20 tahun 2026, pembelajaran jarak jauh tergantung kualitas udara, saat ini belum kategori parah, namun siswa sudah diarahkan pakai masker,” ujar Albertiusman, Senin 7 September 2026.

‎Ia mengatakan bagi pelajar yang memang memiliki penyakit di saluran napas dan semacamnya, diberikan keringanan belajar dari rumah sesuai ijin dari sekolah terkait. Penentuan moda pembelajaran, baik itu tatap muka maupun PJJ, akan didasarkan pada nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) serta tingkat risiko kesehatan yang ditimbulkan.

‎”Bagi satuan pendidikan yang kondisi udaranya belum terlalu parah, diminta untuk membatasi berbagai aktivitas di luar ruangan serta melakukan penyesuaian jam belajar,” ungkap Albertiusman.

‎Terpisah, Anggota DPRD Bukittinggi, Andi Putra, menyarankan pelajar di Bukittinggi untuk diliburkan dari kegiatan belajar mengajar di sekolah dan dialihkan ke sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ia menyarankan hal itu, menyusul kondisi udara di Kota Bukittinggi dilaporkan memburuk di tengah kabut asap yang diduga berkaitan dengan Karhutla di sejumlah wilayah.

‎”Berdasarkan pantauan indeks kualitas udara, Bukittinggi berada di angka 159 atau masuk dalam kategori tidak sehat, kami mendorong perlu segera adanya langkah antisipasi kesehatan warga,” ujar politisi dari Partai Nasdem itu.

‎Situasi tersebut menurutnya, memicu perhatian khusus karena kualitas udara yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.

‎”Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas, di mana kebijakan tersebut dapat menjadi langkah sementara untuk mengurangi aktivitas masyarakat di luar ruangan hingga kualitas udara kembali membaik,” ujar Andi.

(Aii)

Exit mobile version