Ketua Penyelenggara Dispora Sumbar, Tasliatul Fuaddi sebagai Kuasa Pengguna Anggaran yang dihubungi Wartawan ini via Ponselnya, Senin (23/10/2023) menjelaskan bahwa kejuaraan Pacu Kuda ini sumber dananya adalah APBD Perubahan 2023. Semua belanja pembayaran baru bisa dilakukan setelah DPA disahkan, sekitar awal November 2023.
“Hal itu sudah disampaikan berkali-kali pada pertemuan beberapa kali dengan Neger (Ketua Pelaksana, Red). Kepada Pengcab Pordasi Bukittinggi, Pengprov Pordasi Sumbar dan Sekda Kota Bukittinggi serta Kadispora Bukittinggi.
“Kami Dispora Sumbar dan Sekda Bukittinggi sudah berusaha untuk minta diundur jadwal pacu kuda ke November, akan tetapi Pordasi Sumbar dan Pordasi Bukittinggi mengatakan tidak bisa lagi, karena sesuai kalender, iven Pordasi di bulan November dan Desember juga sudah ada jadwal, jadi tidak bisa lagi diundur,” ucapnya.
Fuad yang juga menjabat Kabid Prestasi Olahraga menambahkan, karena kegiatan ini tetap dilakukan Oktober maka terkait hadiah yang seharusnya kami bayarkan secara non tunai di November, malah Yulhendra sebagai Ketua Harian Pordasi Bukittinggi mengungkapkan komitmennya akan menalangi hadiahnya terlebih dahulu.
”Namun kami sampaikan agar tetap dibayarkan dengan sistem non tunai dan bukti transfer tersebut menjadi bagian pertanggungjawaban nantinya untuk dibayarkan kembali oleh Dispora Sumbar. Demikian pula halnya terkait besaran hadiah yang total hadiahnya di atas dari standar dalam Pergub Sumbar dan DPA Perubahan, maka menjadi komitmen tambahan Ketua Panitia Pelaksana yang diambilkan dari dana entrance/insert dan sponsor,” terangnya.
Sementara Ketua Pelaksana Yulhendra yang juga Sebagai Ketua Harian Pordasi Bukittinggi dihubungi melalui teleponnya terkesan mencari alasan dengan mengatakan kepada Wartawan, Senin (23/10/2023), berdasarkan kesepakatan dengan Pihak Dispora Sumbar, karena menyangkut anggaran dari APBD Sumbar maka akan dibayarkan oleh Pihak Dinas.
”Saya cuma melaksanakan perintah untuk membayarkan amprah kepada pemenang melalui foto copy KTP dan via rekening dan ada kendala teknis yang belum kita sepakati, sehingga hadiah non tunai belum bisa dibagikan,” ujarnya buang badan.
Ketika Wartawan mengatakan ada kesepakatan teknis antara pihak Dispora Sumbar dengan Ketua Pelaksana yang harus ditunaikan oleh Ketua Pelaksana, sampai berita ini diturunkan Yulhendra alias Neger bungkam dan tidak menjawab lagi.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanda-tanda pihak bendahara panitia pelaksana memberikan hak pemenang Pacuan Kuda Gubernur Cup 1.
(ril)
