“Masalah banjir yang sering melanda masih menjadi kekhawatiran, dan kami berharap penyusunan Master Plan Pengendalian Banjir dapat berjalan sistematis. Selain itu, pelayanan sampah dan penanganan masalah sosial seperti narkoba dan tawuran juga menuntut kolaborasi semua elemen masyarakat,” kata Muharlion dalam pidatonya.
Ketua DPRD juga menyoroti kondisi fiskal daerah. Dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berkontribusi sekitar 29 persen terhadap total anggaran, dan 71 persen sisanya ditopang oleh dana transfer, ia menilai masih ada potensi besar untuk meningkatkan PAD demi membiayai pembangunan kota.
Sementara Gubernur Sumbar, Mahyeldi dalam sambutannya mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-356 kepada Pemerintah Daerah dan segenap Masyarakat Kota Padang.
“Mudah-mudahan, dengan momentum hari jadi Kota Padang ke-356 ini dapat memberikan semangat baru untuk membangun Kota Padang menjadi kota yang tidak hanya maju secara fisik dan ekonomi, tetapi juga berdaya saing global melalui kekayaan kuliner dan budaya yang kita miliki,” ujar Mahyeldi.
Menurut Mahyeldi, tema Hari Jadi ke-356 mencerminkan tekad untuk menjadikan Kota Padang sebagai destinasi gastronomi kelas dunia, di mana kuliner tidak hanya dinikmati sebagai cita rasa, tetapi sebagai pengalaman yang utuh, menggabungkan rasa, aroma, sejarah, nilai budaya, serta keramahan masyarakatnya.
Mahyeldi juga merujuk Peringatan Hari Jadi Kota Padang yang bertepatan dengan peristiwa heroik penyerangan laskar Pauh dan Koto Tangah terhadap loji-loji Belanda di Muaro Padang pada 7 Agustus 1669. Semangat perjuangan para pendahulu inilah yang diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat untuk berkolaborasi membangun kota.
Sejalan dengan tema tahun ini, Kota Padang memiliki peluang besar untuk menjadikan kuliner sebagai lokomotif penggerak ekonomi, pariwisata, dan identitas kota.
“Padang yang terkenal dengan rendang, salah satu makanan terenak di dunia, memiliki potensi gastronomi yang luar biasa. Jika dikelola secara profesional dan terintegrasi dengan sektor pariwisata, potensi ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka lapangan kerja, dan mengangkat ekonomi kreatif,” kata Mahyeldi.
Baik eksekutif maupun legislatif menutup pidato mereka dengan ajakan persatuan. Mereka menekankan bahwa keberagaman suku, budaya, dan keyakinan di Padang adalah kekuatan utama untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis dan toleran.
Acara dilanjutkan dengan penyematan pin emas yang dilakukan Gubernur Mahyeldi, Wali Kota Fadly Amran, Wakil Wali Kota Maigus Nasir dan Ketua DPRD Padang, Muharlion, kepada 10 tokoh masyarakat.
Ada pun 10 tokoh masyarakat yang menerima penghargaan untuk Hari Jadi Kota Padang ke-356 tahun 2025 ini, yakni:
– Prof Dr Phill Gusti Asnan bidang Seni Budaya dan Adat Istiadat
– Mas’oed Abidin bidang Keagamaan
– Maivita, AMG bidang Pemberdayaan Wanita
– Ns Syafrizal, S.Kep, MKM bidang Sosial
– Ilham Akbar, ST bidang Lingkungan Hidup,
– Ihsan, S.Pd.I, M.Pd bidang Kemanusiaan
– Hendra Syahputra, SH bidang Kepemudaan dan Olahraga
– Christine Hakim bidang Penggerak Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
– Prof Dr Elfindi, SE, MA bidang Pendidikan
– dr Efrida Aziz, M.Sc, FISQua bidang Kesehatan
– H Muslim M Yatim, Lc, MM bidang kemasyarakatan
– H. Hasril Chaniago bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi.
(adv)
#dprdkotapadang
