Sementara itu, Head of IOTIC UNESCO-IOC Ardito M. Kodijat menyampaikan sampai saat ini yang telah mendapat pengakuan Tsunami Ready Community oleh UNESCO-IOC sebanyak 50 kelurahan/desa di 20 negara di dunia.
“Untuk di Indonesia baru 9, dimana dua kelurahan di Kota Padang diantaranya. Kita tentu berharap kelurahan atau desa lainnya di Indonesia dapat mengikutinya,” harapnya.
Senada dengan itu, Kepala Kepala BMKG Pusat Prof Dwikorita Karnawati menyampaikan harapan agar melalui pengakuan Tsunami Ready Community oleh UNESCO-IOC ini masyarakat semakin siap dan cekatan dalam hal penyelamatan diri dari ancaman bahaya tsunami.
“Kenapa kita katakan sudah siap dan cekatan, karena mereka sudah diakui dengan telah mampu memenuhi 12 indikator yang disyaratkan. Baik berupa rambu-rambu dan peta evakuasi tsunami, peringatan dini, SDM serta sarana penunjang peringatan tsunami resmi 24 jam kepada publik setempat secara tepat waktu. Dan masih banyak lagi tentunya,” ujarnya.
Di akhir acara juga dilakukan parade kesiapsiagaan bencana yang menampilkan sejumlah kendaraan operasional kebencanaan milik Pemerintah Kota Padang.
(prokopim)
