Pada kesempatan tersebut, Zulmaeta juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan berbagai persoalan fasilitas umum yang rusak agar pemerintah dapat segera menindaklanjutinya.
“Kalau ada prasarana atau fasilitas umum yang rusak, silakan dilaporkan. Insya Allah akan segera kita tindak lanjuti,” terangnya.
Ia juga mengatakan Pemko Payakumbuh tidak menutup diri terhadap kritik dan saran dari masyarakat selama bertujuan untuk kemajuan daerah.
“Kita tidak anti kritik. Jika ada kritik dan saran yang membangun dari niniak mamak maupun masyarakat, silakan disampaikan. Nanti dirundingkan bersama untuk kemajuan Kota Payakumbuh,” kata Zulmaeta.
Usulan niniak mamak
Dalam kesempatan itu, salah seorang niniak mamak juga menyampaikan sejumlah masukan kepada Wali Kota Payakumbuh.
Ia berharap operasional Kerapatan Adat Nagari (KAN) di Payakumbuh dapat ditingkatkan serta meminta pemerintah kembali merencanakan penyediaan pandam pekuburan bagi masyarakat Payakumbuh.
Menanggapi hal tersebut, Zulmaeta mengatakan Pemko Payakumbuh membuka peluang peningkatan operasional KAN melalui skema hibah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Untuk peningkatan operasional KAN, itu bisa kita dorong melalui skema hibah. Nanti akan kita proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Terkait usulan pandam pekuburan, ia meminta agar pihak terkait mengajukan proposal resmi agar pemerintah dapat mengkaji kebutuhan dan teknis pelaksanaannya.
“Untuk masalah pandam, silakan masukkan proposalnya. Nanti akan kita kaji bersama dan kita carikan teknis pelaksanaannya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah saat ini dihadapkan pada keterbatasan anggaran, sehingga diperlukan dukungan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Dengan keterbatasan anggaran yang ada, mari kita bangun Kota Payakumbuh secara bertahap dan bersama-sama,” pungkasnya.
(MC/yud)
