Pendidikan Kuttab Al-Huffazh diadopsi dari sistem pendidikan Islam
Ia juga memaparkan bahwa filosofi pendidikan Kuttab Al-Huffazh diadopsi dari sistem pendidikan Islam pada masa para nabi.
“Pada masa para nabi, pendidikan kuttab mampu melahirkan generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kemandirian yang kuat. Semangat itulah yang ingin kami hadirkan agar sejak usia sekolah dasar anak-anak memiliki kemampuan dan karakter unggul,” katanya.
Menurut Edi, kurikulum Kuttab Al-Huffazh berbeda dengan sekolah formal pada umumnya karena dibangun sepenuhnya berbasis Al-Qur’an. Hal tersebut berbeda dengan SD Al-Huffazh yang juga berada di bawah naungan yayasan yang sama.
Ia menambahkan bahwa salah satu syarat kelulusan di Kuttab Al-Huffazh adalah kemampuan santri dalam melakukan presentasi, menyusun materi, menulis makalah, hingga mempertahankan argumentasi. Kemampuan berbicara di depan umum dan berdebat juga menjadi bagian dari proses pembelajaran dan evaluasi.
“Kuttab ini bukan hanya sekolah Al-Qur’an. Santri juga dibekali kemampuan literasi, berbicara di depan umum, dan kemampuan berdebat. Ini menjadi modal besar bagi anak-anak kita pada masa depan,” tegasnya.
Edi menyebutkan bahwa banyak alumni Kuttab Al-Huffazh yang melanjutkan pendidikan ke pesantren-pesantren ternama dan mampu meraih prestasi.
“Banyak alumni kami yang menjadi contoh prestasi di berbagai pesantren. Lulusan Kuttab Al-Huffazh mampu unggul dan bersaing,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Yayasan Al-Huffazh yang telah berdiri selama 22 tahun di Kota Payakumbuh terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Selain itu, Edi mengungkapkan bahwa TK Al-Huffazh dinobatkan sebagai satu-satunya taman kanak-kanak di Kota Payakumbuh yang menjadi sekolah model dari Kementerian Pendidikan untuk penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) dan pendidikan kecerdasan artifisial (AI).
“TK Al-Huffazh menjadi satu-satunya TK di Kota Payakumbuh yang ditetapkan sebagai sekolah model oleh Kementerian Pendidikan. SD Al-Huffazh juga meraih akreditasi A Unggul, begitu pula Kuttab Al-Huffazh yang telah terakreditasi A Unggul. Jadi, masyarakat tidak perlu ragu terhadap legalitas maupun pengakuan ijazahnya,” jelasnya.
Pada akhir penyampaiannya, Edi mengapresiasi sinergi antara pihak sekolah, wali santri yang tergabung dalam Sahabat Kuttab, serta dukungan pemerintah daerah.
“Tanpa dukungan wali santri dan pemerintah, lembaga ini tidak akan berkembang seperti sekarang,” tutupnya.
(MC/yud)
