BeritaKota Payakumbuh

Pimpin Upacara Bendera di MTsN 1 Payakumbuh, Begini Pesan Wawako Elzadaswarman kepada Siswa

13
Wawako Elzadaswarman pimpin Upacara Bendera di MTsN 1 Payakumbuh
Wawako Elzadaswarman pimpin Upacara Bendera di MTsN 1 Payakumbuh. (f/pemko)

Mjnews.id – Wakil Wali Kota Elzadaswarman mengajak siswa MTsN 1 Kota Payakumbuh memperkuat iman dan takwa, menjaga kesehatan, peduli terhadap lingkungan, serta mencegah perundungan atau bullying. Ajakan itu disampaikannya saat menjadi pembina upacara bendera di madrasah tersebut, Senin (3/8/2026).

Di hadapan ratusan siswa, majelis guru, dan tenaga kependidikan, mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Elzadaswarman mengatakan pembentukan karakter generasi muda tidak cukup hanya melalui pencapaian akademik, tetapi juga harus diiringi penguatan akhlak, kepedulian sosial, kesehatan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

ADVERTISEMENT

Menurut Elzadaswarman, generasi muda menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan pergaulan. Karena itu, keimanan, ketakwaan, dan ilmu pengetahuan perlu dibangun secara seimbang sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan tersebut.

“Ancaman ada di sekitar kita. Oleh karena itu, kita harus terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Iman tanpa ilmu tidak akan sempurna, begitu juga ilmu tanpa iman tidak akan membawa kebaikan. Keseimbangan inilah yang harus dibangun, dan saya yakin madrasah menjadi tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai tersebut,” ujarnya.

Selain penguatan karakter, Elzadaswarman mengajak warga madrasah meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, perkembangan gaya hidup di era digital memberikan berbagai kemudahan, tetapi juga memunculkan persoalan baru, salah satunya meningkatnya penggunaan kemasan plastik yang berdampak terhadap lingkungan.

Ia meminta siswa membangun kebiasaan sederhana dengan mengurangi penggunaan plastik dan membuang sampah pada tempatnya.

“Madrasah ini telah dikenal sebagai sekolah yang peduli lingkungan. Mari kita jaga bersama. Jangan hanya pandai berbicara tentang kebersihan, tetapi juga membiasakan tindakan nyata. Kalau melihat sampah, ambillah dan buang ke tempat sampah. Dulu kita mengenal gerakan dengan istilah ‘LISA’, yakni Lihat Sampah Ambil. Budaya itu harus kita hidupkan kembali,” katanya.

Menurut Elzadaswarman, kepedulian terhadap kebersihan perlu berjalan seiring dengan penerapan pola hidup sehat. Ia mengingatkan siswa agar membangun kebiasaan hidup bersih dan menjaga kesehatan sejak usia sekolah.

“Kesehatan adalah modal utama untuk meraih cita-cita. Hal-hal besar selalu diawali dari kebiasaan kecil. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah sederhana yang memberikan manfaat besar bagi kehidupan,” tuturnya.

Ia juga mengajak siswa membiasakan olahraga secara teratur. Ajakan tersebut disampaikan secara interaktif dan mendapat respons antusias peserta upacara melalui yel-yel yang dipimpinnya.

Exit mobile version