BeritaKota Sawahlunto

6 Desa di Sawahlunto Jadi Lokus Penguatan Ekosistem Kebudayaan Warisan Budaya Dunia

978
Lokakarya umum Penguatan Ekosistem Kebudayaan di desa-desa kawasan warisan dunia
Lokakarya umum Penguatan Ekosistem Kebudayaan di desa-desa kawasan warisan dunia. (f/ist)

Mjnews.id – Sebanyak 6 desa di Kota Sawahlunto menjadi lokus dari program penguatan ekosistem kebudayaan desa-desa warisan budaya dunia. Salah satu desa yang menjadi Lokus tersebut adalah Silungkang Oso, Kecamatan Silungkang.

Enam Desa yang menjadi Lokus yang diwakili oleh Kepala dan perangkat desanya juga telah mengikuti lokakarya umum Penguatan Ekosistem Kebudayaan di desa-desa kawasan warisan dunia secara zoom meeting dari tanggal 29 April hingga 3 Mei 2024.

ADVERTISEMENT

Kegiatan yang dipusatkan di Jawa Tengah tersebut diikuti oleh 55 Desa se Indonesia yang berada di kawasan warisan dunia termasuk Desa Silungkang Oso.

Menyikapi dijadikannya Desa Silungkang Oso sebagai salah satu desa yang menjadi lokus program penguatan ekosistem penguatan kebudayaan warisan desa-desa warisan budaya dunia, Kepala Desa Ferdinal berucap syukur karena kegiatan ini dapat memacu potensi Silungkang Oso untuk segera melakukan pembenahan dalam pemajuan kebudayaan di desa setempat.

“Silungkang Oso juga dapat melakukan sinkronisasi di bidang wisata, budaya, pertanian dan UMKM yang dapat memacu arus percepatan dalam pemajuan budaya,” paparnya kepada Media, Selasa 30 April 2024.

“Saya berharap masyarakat Desa Silungkang Oso yang memiliki budaya, karena budaya ini milik masyarakat sepenuhnya. Sama-sama kita rangkum dan petakan budaya budaya artistik kita untuk dapat dikembangkan di kemudian hari,” kata Ferdinal.

Sedangkan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, Syukri menyampaikan, di Sumatera Barat terdata sebanyak 80 Nagari/Desa yang memiliki tinggalan WTBOS, pada tahun 2024 ini ditetapkan oleh Kemendikbud sebanyak 22 Nagari/Desa sebagai penerima manfaat dari program ini dengan tajuk ‘Pemajuan Kebudayaan Desa Warisan Dunia’,” terangnya.

Terdapat 6 desa yang ditunjuk menjadi bagian dari program tersebut di antaranya, Desa Silungkang Oso, Silungkang Tigo, Muaro Kalaban, Sikalang, Salak dan Desa Rantih. Ke seluruh desa tersebut akan melaksanakan aktivasi nilai yang terkandung dalam Warisan Dunia.

Hal ini untuk melestarikan nilai-nilai yang terkandung dalam Warisan Budaya Dunia dan budaya yang ada di Desa.

“Ini dilakukan menindaklanjuti penetapan Warisan Dunia oleh UNESCO serta memberdayakan masyarakat desa untuk memajukan budaya desanya yang diselaraskan dengan nilai-nilai Warisan Dunia,” kata Syukri.

Itulah beberapa tujuan dari kegiatan penguatan ekosistem kebudayaan di desa-desa Warisan Dunia tersebut. Semoga melalui Program Pendampingan yang rencananya akan laksanakan selama 3 tahun ke depan, dapat meningkatkan kecintaan masyarakat khususnya Kota Sawahlunto akan nilai-nilai penting terhadap upaya pelestarian Kota Sawahlunto sebagai bahagian penting dari pengakuan yang telah diberikan oleh UNESCO.

“Sehingga dapat mendukung upaya pemajuan kebudayaan serta meningkatkan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Kota Sawahlunto dan Provinsi Sumatera Barat,” pungkas Syukri.

(Uni)

Exit mobile version