BeritaKota Sawahlunto

DPK Sawahlunto Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal

734
DPK Kota Sawahlunto Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal
DPK Kota Sawahlunto Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal. (f/yuni oktrianti)

Mjnews.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Sawahlunto menggelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal, dipusatkan di Gedung Perpustakaan Umum Adinegoro Kota Sawahlunto pada Rabu 17 September 2025 tersebut dibuka langsung Wakil Walikota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah.

Wakil Walikota menilai Sawahlunto memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang berpotensi besar untuk dieksplorasi menjadi karya tulis.

ADVERTISEMENT

“Pemerintah Kota berkomitmen mendukung generasi muda untuk menggali potensi lokal, karena dari karya itu bisa lahir manfaat seni, sosial budaya, hingga ekonomi,” kata Wakil Walikota.

Sebelumnya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto, Jon Hendri menyampaikan bimtek yang dilaksanakan selama 2 hari ini diikuti 60 orang peserta yang bertujuan untuk mendorong masyarakat menggali budaya dan menggiatkan tulis menulis sebagai upaya membudayakan literasi mengabadikan kekayaan budaya lokal dalam karya tulis.

Peserta bimtek, dibekali teori penulisan sekaligus membedah contoh karya yang sudah dibuat. Instruktur yang dilibatkan yaitu penulis buku anak Wulan Mulya Pratiwi serta Widyabasa Balai Bahasa Sumbar Yollanda.

Disebutkan lebih lanjut, tindak lanjut dari Bimtek ini adalah peserta diminta menulis berbasis nilai budaya lokal Sawahlunto, yang kemudian hasilnya akan dihimpun untuk diproduksi menjadi buku. Anggaran kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpustakaan Nasional RI.

Sementara Bunda Literasi Kota Sawahlunto Ny. Yori Gemitia Riyanda menyebut Bimtek ini dapat mendorong penulis pemula untuk naik kelas.

“Literasi tidak hanya sekadar baca tulis. Dengan menggali nilai budaya lokal untuk ditulis, generasi muda akan semakin mengenali, mencintai, sekaligus mempromosikan kekayaan kota ini,” ujarnya.

Seorang peserta, Dirga, mengaku mendapat banyak wawasan baru dari penjelasan instruktur.

“Awalnya saya hanya coba-coba menulis, tapi setelah ikut bimtek ini jadi lebih paham bagaimana membuat karya yang sesuai kaidah bahasa dan lebih layak diterbitkan,” kata dia.

Exit mobile version