| Warga Lubuak Jantan datangi Kantor Wali Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota. (f/yusra akbar) |
Limapuluh Kota, Mjnews.id – Seratusan emak-emak Jorong Lubuak Jantan, Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota datangi kantor Wali nagari, kedatangan warga yang didominasi kaum emak-emak tersebut dalam rangka menyampaikan aspirasi terkait perusahaan tambang yang ada di jorong setempat.
Juru bicara masyarakat Jorong Lubuak Jantan, Junaidi kepada wartawan mengatakan, benar kedatangan kami ke kantor wali nagari Manggilang menyampaikan aspirasi tentang pengaduan masyarakat terkait perusahaan-perusahaan tambang yang berdekatan langsung dengan pemukiman masyarakat.
“Ada tujuh poin aspirasi kami yang kami bawa melalui surat,” kata Junaidi, Rabu 30 Maret 2022.
Adapun tujuh poin yang kami sampaikan seperti, mengurangi kekuatan blasting, jika terjadi kerusakan pada rumah masyarakat yang diakibatkan blasting pihak perusahaan harus cepat menanggapinya, tidak melakukan kegiatan blasting apabila ada masyarakat Jorong Lubuak Jantan yang sedang meninggal.
“Kemudian menyediakan air bersih, dikarenakan sumber mata air kami sudah banyak yang mengering akibat penambangan,” ujar Junaidi.
Dikatakan Junaidi, memberikan kompensasi berupa uang sebesar lima ratus ribu Rupiah per rumah setiap bulan kepada masyarakat jorong yang terdampak akibat penambangan selama perusahaan beroperasi dan penembokan atau pengaspalan jalan dari pos satpam sampai ke jalan raya untuk PT ATC.
“Dan melakukan penyiraman setiap hari selama musim kemarau sepanjang jorong Lubuak Jantan untuk mengurangi debu yang di akibat kan aktifitas penambangan,” sebutnya.
Lebih lanjut Junaidi sampaikan, untuk kendaraan pengangkut material batu yang sudah diolah melintasi Jorong Lubuak Jantan agar dapat menutup dengan terpal supaya material batu yang dibawa itu tidak berserakan di jalan raya sepanjang Jorong Lubuak Jantan,” ucap Junaidi.
| Emak-emak Lubuak Jantan sampaikan aspirasi. (f/yusra akbar) |
Junaidi juga berharap kepada wali nagari Manggilang agar bisa mengatasi, menyampaikan dan menegur perusahaan-perusahaan yang ada di Jorong Lubuak Jantan agar bisa saling memahami.
“Apabila tuntutan kami ini tidak direspon dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Jorong Lubuak Jantan, maka kami masyarakat Jorong Lubuak Jantan siap turun lagi sampai aspirasi kami dipenuhi,” tutup Junaidi.
Sementara itu, Wali Nagari Manggilang, Ridwan saat dihubungi melalui telpon selulernya mengatakan, apa yang disampaikan oleh masyarakat Jorong Lubuak Jantan tentu kami dari pemerintah nagari akan mempertanyakan dulu kepada pihak perusahaan.
“Apakah pihak perusahaan sanggup atau tidak, tentu jawabannya meski kita tunggu dulu dari pihak perusahaan yang ada di Jorong Lubuak Jantan itu,” pungkas Ridwan.
(Yud)
