478 KK Terdampak di Padang Panjang
Sementara itu dalam sambutannya, Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra menyebutkan, Pascaerupsi Marapi pertama pada 3 Desember lalu, pihaknya telah mendata 478 KK terdampak, yang terdiri dari 1.998 jiwa.
Hingga saat ini, dampak yang dirasakan oleh masyarakat masih terus terasa, termasuk kejadian gagal panen pada sejumlah lahan pertanian masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sumbar atas penyaluran cadangan pangan hari ini. Dapat kami laporkan kepada Bapak Gubernur, bahwa kami juga akan menyalurkan bantuan sosial bagi warga yang terdampak erupsi, yang telah tergabung dalam beberapa kelompok tani,” ucap Sonny.
Selain itu, Pemko Padang Panjang juga akan memulai gerakan tanam cabe, sebagai respons atas kenaikan harga cabe merah yang menyebabkan kenaikan inflasi.
Usai penyerahan bantuan cadangan pangan tersebut, Gubernur Mahyeldi juga turut memulai gerakan tanam cabe di lahan belakang Kompleks Masjid Baiturrahman Bukit Surungan.
(*)
