Ia menjelaskan, Bupati Agam memerintahkan agar membantu pembangunan akses jalan tersebut dipercepat.
Kepala DEKS Bank Indonesia Imam Hartono memaparkan bahwa pengembangan PRM sebagai bagian dari pengembangan ekonomi syariah menuju Indonesia pusat industri halal dunia.
Bank Indonesia mendorong ekosistem PRM yang menjadi rantai nilai halal (halal value chain) dan pengembangan UMKM masyarakat.
“Kami mengapresiasi kerjasama dengan Lembaga Wakaf MUI dan Nagari Sungai Batang serta Kabupaten Agam,” ungkap Imam Hartono.
Wali Nagari Sungai Batang Ahsin Chaniago bangga daerahnya terpilih menjadi percontohan pengembangan pariwisata ramah muslim. Ini akan menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berterimakasih kepada MUI dan Bank Indonesia serta Pemkab Agam,” katanya.
Sekretaris Lembaga Wakaf MUI, Guntur Subagja Mahardika menjelaskan, Sungai Batang dipilih menjadi pilot project PRM karena menyebarluaskan gagasan dan pemikiran Buya Hamka kepada masyarakat Indonesia dan dunia.
“Ada beberapa tokoh bangsa dan ulama besar dalam PRM Sungai Batang ini yaitu Buya Hamka, Buya AR Sutan Mansur, mantan ketua umum Muhammadiyah, Syech Muhammad Amrullah dan Haji Abdul Karim Amrullah,” tuturnya.
Dari Danau Maninjau juga lahir pahlawan nasional, pahlawan nasional, antara Rangkayo Rasuna Said dan Muhammad Natsir.
