BeritaSumatera Barat

DPRD Sumbar Studi Komparatif ke Jakarta, Ini yang Dipelajari

766
DPRD Sumbar Lakukan Studi Komparatif ke DKJ
DPRD Sumbar Lakukan Studi Komparatif ke DKJ. (f/humas)

Mjnews.id – Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melakukan studi komparatif ke Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Sumber Daya Mineral Daerah Khusus Jakarta (DKJ) untuk mempelajari kemajuan penggunaan energi dari pembangkit tenaga sampah dan mobil listrik, Kamis (17/10/2024).

Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria, sebagai upaya untuk meningkatkan wawasan guna mendukung pembangunan daerah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Rencana Umum Energi Daerah.

ADVERTISEMENT

Nanda Satria menjelaskan, kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan tambahan yang dapat diterapkan dalam pengembangan Sumbar yang berfokus pada energi terbarukan.

“Dengan adanya kunjungan ini, DPRD dan Pemprov Sumbar mendapatkan ilmu tambahan untuk pembangunan Sumbar yang berbasis energi terbarukan,” ungkapnya.

Dalam diskusinya, Nanda menyoroti pentingnya adopsi kebijakan nasional terkait West Energy, mobil listrik, dan pengelolaan sampah sebagai sumber energi terbarukan.

Ia berharap, rencana umum energi nasional dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan Sumbar untuk percepatan pembangunan ke depan.

Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Doni Harsiva Yandra, menambahkan bahwa penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dapat menjadi solusi atas permasalahan penumpukan sampah di daerah.

Ia menjelaskan, konversi sampah menjadi sumber energi sangat mungkin dilakukan di Sumbar, yang saat ini memproduksi sekitar 157,69 ton sampah per hari.

“Jika dikelola dengan baik, sampah dapat menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan ESDM DKJ, Andono Warih, menyampaikan bahwa Jakarta telah bertransformasi dari Daerah Khusus Ibukota (DKI) menjadi DKJ, dengan fokus pada pengembangan ekosistem kota cerdas.

Ia menegaskan, Jakarta berupaya menjadi kota global yang menarik investasi dengan fokus pada fungsi ekonomi, riset, budaya, kelayakan hunian, lingkungan, dan aksesibilitas.

Andono Warih juga menjelaskan bahwa konsumsi energi di DKJ saat ini berfokus pada bahan bakar minyak dan listrik.

Dalam upaya pengelolaan energi, Jakarta telah membangun pabrik untuk Refuse Derived Fuel (RDF), yang mengubah sampah menjadi bahan bakar yang dapat digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

“Melalui sistem RDF, 100 ton sampah di Bantar Gebang dapat menghasilkan 1 MW tenaga listrik,” ujarnya.

Kegiatan studi komparatif ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas ESDM Prov. Sumbar, Witro Wardoyo, serta anggota Komisi IV DPRD Sumbar, termasuk Erick Hamdani, Verry Mulyadi, Gustami Hidayat, Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo, Bakri Bakar, Zulkenedi Said, Sitti Izzat Aziz, Hendra Halim, Gino Irwan, dan Firdaus.

(hpr)

Exit mobile version