Ia juga memberi motivasi khusus bagi calon peserta Batch V yang baru diluncurkan, agar benar-benar memanfaatkan kesempatan emas ini.
“Jangan jadi penonton, tetapi jadilah penggerak ekonomi Sumbar ke level lebih tinggi,” tambahnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar, Endrizal, dalam wawancara menegaskan bahwa PLUZI Academy merupakan satu-satunya sekolah UMKM di Sumbar yang dirancang secara komprehensif, baik melalui pembelajaran daring maupun tatap muka selama tiga bulan.
Menurutnya, di tengah tantangan transformasi digital, program ini hadir untuk membantu UMKM beradaptasi dengan teknologi, memperkuat daya saing, dan memperluas akses pasar.
“Peminatnya sangat tinggi, dan yang lebih istimewa, program ini bisa diakses secara gratis oleh pelaku UMKM Sumbar,” ungkap Endrizal.
Ia berharap, keberhasilan para alumni nantinya dapat ditindaklanjuti dengan pendampingan lebih intensif, khususnya oleh sektor perbankan, agar lahir eksportir-eksportir baru dari Ranah Minang.
Usai prosesi wisuda, Gubernur Mahyeldi bersama tamu undangan meninjau stand UMKM hasil karya para peserta PLUZI Academy. Produk-produk kreatif yang dipamerkan menjadi bukti nyata bahwa pembinaan yang dilakukan tidak hanya teori, tetapi langsung menghasilkan karya yang bernilai ekonomi.
(adpsb)
