BeritaSumatera Barat

Menuju Provinsi Tangguh Bencana, Wagub Sumbar Buka Konferensi 3rd ICDMM 2025 di Unand

797
Wagub Sumbar Buka Konferensi 3rd ICDMM 2025 di Unand
Wagub Sumbar, Vasko Ruseimy Buka Konferensi 3rd ICDMM 2025 di Unand. (f/pemprov)

Mjnews.id – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy membuka 3rd International Conference on Disaster Mitigation and Management (ICDMM) 2025, Senin (29/9/2025) di Universitas Andalas (Unand), menghadirkan pakar serta pejabat tinggi nasional maupun internasional.

Hadir dalam konferensi tersebut Kepala BNPB Letjen Suharyanto beserta jajaran, Sekretaris Utama BNPB Rustian, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, serta Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Brazier bersama tim kedutaan. Ratusan sivitas akademika dan mahasiswa Unand turut mengikuti kegiatan tersebut.

ADVERTISEMENT

Dalam sambutannya, Wagub Vasko menegaskan bahwa konferensi ini memiliki arti strategis bagi Sumbar yang dikenal sebagai daerah rawan bencana.

Vasko menyoroti wilayah pesisir, termasuk Padang Pariaman, yang berada di garis depan ancaman megathrust.

“Kami berharap forum ini menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis riset internasional. Sumbar butuh penguatan sistem mitigasi, baik fisik maupun nonfisik, agar masyarakat lebih tangguh menghadapi ancaman bencana,” ujar Vasko.

Ia juga meminta BNPB lebih sering hadir di daerah, bukan hanya saat terjadi bencana, serta mengajak para tamu mancanegara melihat langsung kekayaan alam dan budaya Sumbar yang perlu dijaga dari ancaman bencana.

Vasko mengingatkan bahwa Sumbar memiliki pengalaman pahit saat gempa 2009 yang menewaskan lebih dari 1.100 jiwa, merusak 135 ribu bangunan, dan menimbulkan kerugian hingga Rp22 triliun.

Menurutnya, sejarah kelam tersebut harus menjadi pelajaran penting dalam membangun sistem mitigasi yang lebih kokoh.

Konferensi ICDMM 2025 diharapkan menjadi wadah lahirnya jaringan global riset kebencanaan, memperkuat kapasitas mitigasi, serta menempatkan Sumbar sebagai contoh provinsi tangguh bencana di Indonesia.

“Forum akademik ini mempertemukan peneliti dunia dengan praktisi kebencanaan. Kita berharap hasilnya tidak hanya memperkaya ilmu, tetapi juga menjadi rekomendasi nyata bagi kebijakan pembangunan di Sumbar dan Indonesia,” tutup Vasko.

(adpsb)

Exit mobile version