BeritaPendidikanSumatera Barat

Pemprov Sumbar Gandeng Dunia Usaha Perbanyak Jumlah Sekolah Adiwiyata

422
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumbar, Andi Irawan
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumbar, Andi Irawan. (f/pemprov)

Menurut Andi, program ini memberikan manfaat timbal balik bagi semua pihak. Sekolah terbantu dalam pengelolaan lingkungan tanpa membebani APBD, sementara perusahaan mendapatkan penguatan citra positif sebagai pelaku usaha yang peduli terhadap pendidikan dan lingkungan hidup.

“Ini bentuk simbiosis mutualisme yang sehat. Dunia usaha memperoleh nilai tambah dari sisi reputasi, sementara pemerintah terbantu dalam percepatan program prioritas lingkungan. Pendayagunaan TJSL pun menjadi lebih terarah dan selaras dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan daerah,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Inovasi ini sekaligus menjadi Proyek Perubahan yang diusung Andi Irawan dalam Diklat PKN II yang tengah diikutinya di BPSDM Provinsi Sumbar. Proyek tersebut bertajuk “GREEN SCHOOL, STRONG FUTURE: Transformasi Pendidikan Lingkungan untuk Sumatera Barat Bebas Sampah.”

Proyek perubahan ini berfokus pada strategi percepatan pencapaian predikat Sekolah Adiwiyata di Sumbar melalui skema kolaborasi lintas sektor.

“Kita ingin sekolah di Sumbar tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga tangguh menghadapi tantangan lingkungan. Dari sekolah hijau, lahir generasi hijau yang siap menjaga bumi,” tutup Andi Irawan.

(adpsb)

Exit mobile version