Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga upaya memperkuat konektivitas dan keselamatan transportasi di Sumatera Barat.
Fly Over Sitinjau Lauik dirancang untuk mengatasi tingginya tingkat kecelakaan di jalur Sitinjau Lauik yang berkelok curam dan rawan longsor, sekaligus memperlancar arus logistik dan mobilitas masyarakat.
Pembangunan fly over ini mencakup 2,8 kilometer jalan dengan tiga jembatan utama, yaitu Jembatan 1 sepanjang sekitar 152 meter, Jembatan 2 sepanjang sekitar 120 meter, dan Jembatan 3 sepanjang sekitar 100 meter. Kebutuhan lahan proyek mencapai 18,7 hektar, di mana 8,6 hektar di antaranya berstatus hutan lindung.
Total investasi pembangunan mencapai sekitar Rp2,8 triliun, ditambah biaya operasional dan pemeliharaan sebesar Rp562 miliar.
“Kita ingin masyarakat bisa menikmati infrastruktur yang aman, modern, dan berkelanjutan. Fly Over Sitinjau Lauik bukan hanya kebanggaan Sumatera Barat, tapi juga simbol kemajuan dan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah,” tutup Mahyeldi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Balai BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandy, Plt. Kepala Dinas BMKTCT Provinsi Sumbar Dedi Rinaldi, Kepala Dinas Perkimtan Provinsi Sumbar Ahdiarsyah, ST., M.T., serta sejumlah pejabat dari instansi vertikal terkait.
(adpsb)












