Ia menjelaskan, Surau Bambu Talang dibangun dengan memanfaatkan bambu yang sebagian besar berasal dari lingkungan sekitar lokasi.
“Karena menggunakan bambu dari sekitar kawasan, surau ini kami beri nama Surau Bambu Talang,” terangnya.
Keberadaan Huntara beserta Surau Bambu Talang diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kembali kehidupan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat pascabencana.
Peletakan batu pertama pembangunan Surau Bambu Talang turut dihadiri Kepala Biro Kesra Provinsi Sumbar, Camat Pauh, Lurah Kapalo Koto, Babinsa Pauh, tokoh masyarakat setempat, serta penghuni Huntara Kampung Talang.
(Adpsb)
