BeritaSumatera Barat

Ribuan Peserta Ikuti Gebyar Gebu Minang Kota Padang di Halaman Kantor Gubernur Sumbar

19
Gebyar Gebu Minang Kota Padang di Halaman Kantor Gubernur Sumbar
Gebyar Gebu Minang Kota Padang di Halaman Kantor Gubernur Sumbar. (f/pemprov)

Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah membuka Gebyar Gebu Minang Kota Padang yang dirangkai dengan jalan santai dan senam massal di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (17/5/2026).

Kegiatan itu diikuti ribuan peserta dan dimeriahkan dengan berbagai doorprize menarik, mulai dari sepeda listrik hingga hadiah hiburan lainnya.

ADVERTISEMENT

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pengurus DPP Gebu Minang, DPW Gebu Minang Sumbar, unsur Forkopimda Provinsi dan Kota Padang, Direksi Bank Nagari selaku sponsor utama, serta pengurus Gebu Minang tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Padang. Kegiatan juga diramaikan ratusan pelaku UMKM yang memadati kawasan Car Free Day.

Dalam sambutannya, Mahyeldi mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

“Ini kegiatan yang sangat positif. Sejalan dengan program provinsi yang memang mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan berolahraga,” kata Mahyeldi.

Menurutnya sejak beberapa tahun terakhir, Pemprov Sumbar rutin menggelar kegiatan Car Free Day setiap Minggu pagi di Jalan Sudirman Kota Padang. Tujuannya untuk memberi ruang bagi masyarakat berolahraga, bersosialisasi, dan melakukan aktivitas ekonomi produktif secara aman dan nyaman.

“Hari ini dari Gebu Minang saja diperkirakan sekitar 10 ribu peserta. Kalau digabung dengan masyarakat umum yang rutin hadir di CFD, saya kira jumlahnya tidak kurang dari 30 ribu orang. Coba kita bayangkan, berapa besar dampak ekonominya,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi menyebut tingginya antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan CFD turut memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi para pelaku UMKM yang berjualan di sepanjang lokasi kegiatan.

“Dari jam 6 pagi sampai jam 10, masyarakat berbelanja. Ada yang langsung dikonsumsi, ada yang dibawa pulang. Satu outlet bisa menghasilkan Rp1 juta sampai Rp1,5 juta hanya dalam beberapa jam,” ungkapnya.

Ia mengatakan sebagian besar pelaku usaha yang hadir merupakan generasi muda dan mahasiswa yang tengah belajar berwirausaha. Karena itu, pemerintah provinsi terus mendukung kegiatan yang membuka ruang bagi anak muda untuk tumbuh dalam dunia usaha.

“Kita dukung dan fasilitasi karena ini menjadi ruang belajar bagi milenial untuk berbisnis dan berdagang,” katanya.

Exit mobile version