Upaya pelestarian budaya tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar yang diwakili Kepala Museum Adityawarman, Tuti Alawiyah, mengatakan Sipak Rago bukan sekadar permainan tradisional, tetapi merupakan identitas budaya Minangkabau yang sarat dengan nilai sejarah, sportivitas, disiplin, dan kebersamaan.
“Festival seperti ini sangat penting agar permainan tradisional tetap hidup dan semakin diminati generasi muda. Kami juga mengapresiasi komitmen DPRD Sumbar melalui dana Pokir yang mendukung pelestarian budaya daerah,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Camat Kuranji, Rozaldi Rosman. Menurutnya, Festival Sipak Rago menjadi wadah bagi generasi muda untuk terus mengenal dan menjaga nilai-nilai adat Minangkabau di tengah derasnya arus modernisasi.
Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat tahun ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp29,5 juta. Pembukaan ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Evi Yandri Rajo Budiman yang didampingi unsur Forkopimda, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Babinsa, serta para tamu undangan.
(hpr)
