BeritaParlemenSumatera Barat

Ketua DPRD Sumbar Dorong Budaya Kewaspadaan Dini untuk Perkuat Kamtibmas

21
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi (kiri) dalam Peningkatan Kapasitas Kewaspadaan Dini Masyarakat
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi (kiri) dalam Peningkatan Kapasitas Kewaspadaan Dini Masyarakat. (f/ist)

Mjnews.id – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mengajak seluruh elemen masyarakat membangun budaya kewaspadaan dini sebagai upaya memperkuat keamanan, ketertiban, dan keharmonisan di lingkungan sosial. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Kewaspadaan Dini Masyarakat, Kamis (6/8/2026).

Muhidi menegaskan, terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan. Menurutnya, keberhasilan menjaga stabilitas daerah sangat bergantung pada kepedulian serta partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Mengapa kemaksiatan semakin meluas? Karena sering kali orang-orang baik memilih diam dan tidak mengambil peran. Padahal, jika kita berani mengingatkan dengan cara yang baik, Insya Allah akan membawa perubahan,” ujar Muhidi.

Ia menilai, mengingatkan sesama melalui pendekatan yang santun, persuasif, dan penuh kepedulian tidak bertentangan dengan hak asasi manusia. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial demi menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.

“Kalau ada anak-anak kita yang mulai melakukan hal-hal yang tidak baik, panggil dan ajak bicara dengan baik. Tidak perlu dengan kekerasan. Mari bekerja sama dalam kebaikan, karena kewaspadaan dini membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat,” katanya.

Muhidi juga mengingatkan masyarakat agar semakin cermat menghadapi derasnya arus informasi di era digital. Ia mengimbau agar setiap informasi yang diterima terlebih dahulu diverifikasi sebelum dipercaya maupun disebarluaskan.

“Kalau ada informasi, jangan langsung dipercaya atau disebarkan. Cek dulu kebenarannya, dari mana sumbernya, apa manfaatnya, baru kemudian ditindaklanjuti. Jangan sampai kita ikut menyebarkan hoaks yang justru merugikan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Muhidi menjelaskan bahwa kewaspadaan dini tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga mencakup persoalan sosial, kesehatan, hingga kebencanaan. Dengan meningkatnya kepedulian dan sinergi masyarakat, berbagai potensi ancaman dapat diantisipasi sejak awal sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Kewaspadaan dini bukan hanya soal keamanan. Ini juga menyangkut bidang sosial, kesehatan, hingga kebencanaan. Jika masyarakat memiliki kepedulian dan mau bekerja sama, maka potensi gangguan bisa dicegah lebih awal sehingga tercipta rasa aman, nyaman, dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

(hpr)

Exit mobile version