BeritaParlemenSumatera Barat

Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Sitti Izzati Aziz Dorong Warga Ketaping Perkuat Kesiapsiagaan

27
Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Sitti Izzati Aziz Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana di Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman
Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Sitti Izzati Aziz Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana di Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. (f/hary putra ramadhan)

Mjnews.id – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat, Sitti Izzati Aziz mengajak masyarakat Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.

Ajakan tersebut disampaikan Sitti saat melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana di Pondok Lesehan Eby “Piak Nona”, Jalan Akses Bandara Padang Pariaman, Minggu pagi (9/8/2026).

ADVERTISEMENT

Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat Nagari Ketaping. Turut hadir Wali Nagari Ketaping terpilih, Dasman, serta Kepala BPBD Sumatera Barat yang diwakili Analis Kebencanaan Ahli Muda, Acil Erbara.

Dalam kesempatan itu, Sitti menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko serta dampak yang ditimbulkan ketika bencana terjadi.

“Penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Karena itu, pemahaman mengenai aturan dan langkah-langkah menghadapi bencana perlu terus ditingkatkan,” ujar Sitti.

Menurutnya, Sumatera Barat merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Kondisi tersebut menuntut adanya kesiapsiagaan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk di tingkat nagari.

Sitti menjelaskan, Perda Nomor 4 Tahun 2023 menjadi salah satu landasan bagi pemerintah daerah bersama masyarakat dalam melaksanakan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh.

Ia pun mendorong masyarakat Ketaping untuk mengenali potensi bencana yang ada di lingkungan masing-masing. Selain itu, masyarakat juga perlu memahami tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memiliki kesiapsiagaan. Dengan pengetahuan yang cukup, kita bisa meminimalkan risiko dan menyelamatkan lebih banyak jiwa ketika bencana terjadi,” katanya.

Sementara itu, Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Sumatera Barat, Acil Erbara, turut memberikan pemahaman mengenai kebencanaan kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya membangun kesiapsiagaan hingga ke tingkat nagari.

Exit mobile version