BeritaPLNSumatera BaratTanah Datar

Berkat TJSL PLN, Pompa Tenaga Surya Kini Alirkan Air ke 400 Hektare Sawah Tanjung Barulak Tanah Datar

13
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat peresmian pompanisasi irigasi berbasis tenaga surya di Nagari Tanjung Barulak, Kabupaten Tanah Datar
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat peresmian pompanisasi irigasi berbasis tenaga surya di Nagari Tanjung Barulak, Kabupaten Tanah Datar. (f/pemprov)

Mjnews.id – Penantian panjang masyarakat Nagari Tanjung Barulak, Kabupaten Tanah Datar, untuk mendapatkan sumber air yang lebih terjamin bagi lahan pertanian mulai terjawab. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat (Sumbar), pompanisasi irigasi berbasis tenaga surya kini mulai mengalirkan air ke lahan persawahan masyarakat.

Program bertajuk “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh” tersebut diresmikan pada Minggu (6/9/2026), sekaligus menjadi bagian dari program PLN Peduli dalam menyambut dan menyemarakkan Hari Jadi Sumbar ke-81. Sistem pompanisasi memanfaatkan sumber air Batang Manganan yang dipompa menggunakan energi surya untuk kemudian dialirkan menuju lahan pertanian di Tanjung Barulak.

ADVERTISEMENT

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah yang hadir dalam peresmian tersebut mengatakan, hadirnya aliran air menjadi jawaban atas penantian masyarakat yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, masyarakat kini memiliki peluang meningkatkan produktivitas pertanian dan intensitas tanam yang selama ini sangat bergantung pada curah hujan.

“Penantian yang sudah berpuluh-puluh tahun dari masyarakat Tanjung Barulak, alhamdulillah kini terjawab. Dengan telah mengalirnya air sampai ke Tanjung Barulak dan dinikmati masyarakat, padi pun sudah mulai tumbuh. Mudah-mudahan yang selama ini sekali setahun bisa menjadi tiga kali tanam,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, ketersediaan air bukan hanya menyangkut kebutuhan pertanian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang telah memungkinkan program tersebut terwujud, mulai dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Pemerintah Nagari, masyarakat, Fakultas Teknik Universitas Andalas, PLN, Bank Nagari, PT Semen Padang, dan berbagai unsur lainnya.

“Ini adalah buah daripada persatuan, kekompakan, kerja sama dan sinergi. Ketika kita kompak dan bersatu, insyaallah tidak ada yang berat,” katanya.

Gubernur juga meminta masyarakat bersama-sama menjaga dan memelihara fasilitas pompanisasi beserta jaringan pipanya. Dengan jaringan yang memiliki panjang sekitar empat kilometer, infrastruktur tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan air dapat terus mengalir dan memberikan manfaat bagi lahan pertanian masyarakat.

Ia menekankan, keberlanjutan program tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, tetapi harus diikuti dengan kesadaran bersama untuk merawat dan mengelolanya. Setiap persoalan yang muncul juga diharapkan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat.

“Bulek aia dek pembuluh, bulek kato dek mupakat. Apa yang akan dikerjakan, apa yang akan dimanfaatkan dan apa yang akan dilakukan, mari dimusyawarahkan bersama,” pesan Mahyeldi.

Dalam kesempatan tersebut, juga dibahas rencana pengembangan bak penampungan air untuk mengoptimalkan distribusi dan pemanfaatan air. Gubernur mendorong agar rencana tersebut dikaji dan dirancang secara bersama dengan melibatkan Pemprov Sumbar, Bank Nagari, PT Semen Padang, serta pihak terkait lainnya.

Exit mobile version