BeritaKabupaten SolokSumatera Barat

Menko PMK Tinjau Dampak Galodo Kabupaten Solok, Pemerintah Perkuat Penanganan dan Mitigasi Bencana

28
Menko PMK Tinjau Dampak Galodo Kabupaten Solok
Gubernur Sumbar, Mahyeldi dampingi Menko PMK, Pratikno tinjau dampak Galodo Kabupaten Solok. (f/pemprov)

Sementara Kepala BNPB, Suharyanto menegaskan penanganan korban, masyarakat terdampak dan kebutuhan dasar harus dilakukan secara bersamaan. Pencarian terhadap korban yang masih hilang diminta terus dilanjutkan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Suharyanto juga meminta masyarakat yang masih berada di pengungsian tidak terlalu lama tinggal di tenda. Pemerintah daerah diminta segera mendata kondisi masing-masing keluarga untuk menentukan bentuk bantuan yang sesuai, termasuk tempat tinggal sementara, apakah nanti mereka di tempatkan di rumah keluarganya atau perlu dibangunkan hunian sementara.

ADVERTISEMENT

Untuk tahap pemulihan, BNPB mendorong percepatan penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dokumen tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan perbaikan rumah, fasilitas umum dan infrastruktur, termasuk kemungkinan pembangunan pengendali bencana maupun relokasi jika diperlukan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Solok, Jon Firman Pandu melaporkan dari dua warga yang sebelumnya dinyatakan hilang, satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian. Tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di kawasan bantaran sungai yang terdampak galodo.

Bupati Solok juga melaporkan sebanyak 44 rumah warga terdampak, dengan 11 unit mengalami kerusakan berat dan 32 unit rusak ringan. Bencana turut berdampak terhadap lahan pertanian, infrastruktur dan sejumlah gedung perkantoran sehingga pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok ikut terganggu.

Untuk kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi, Pemerintah Kabupaten Solok memperkirakan kebutuhan anggaran sekitar Rp819 miliar. Anggaran tersebut antara lain untuk pembangunan sabo dam sekitar Rp250 miliar, normalisasi sungai sekitar Rp300 miliar, serta perbaikan rumah warga, lahan pertanian, gedung perkantoran dan sarana prasarana umum.

Dalam masa tanggap darurat ini, Jon Firman Pandu menyebut Pemkab Solok membutuhkan dukungan sejumlah peralatan untuk mempercepat penanganan, antara lain mini ekskavator untuk menjangkau lokasi yang sulit dimasuki alat berat, breaker untuk memecah material batu berukuran besar, serta sekitar 10 unit tenda berukuran besar sebagai lokasi pelayanan sementara agar pelayanan publik di daerah tersebut tetap berjalan.

Ia mengaku, pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengungsi, termasuk selimut, matras, obat-obatan serta kebutuhan kelompok rentan, anak-anak, bayi dan balita. Sebagian warga terdampak juga sementara ditampung di rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati untuk memastikan kebutuhan dasar dan kesehatan mereka tetap terpenuhi.

(adpsb)

Exit mobile version