BeritaKabupaten SolokSumatera Barat

Wapres Dorong Percepatan Perbaikan Akses dan Layanan Publik Terdampak Banjir Bandang di Solok

35
Wapres Gibran Rakabuming Raka tinjau sejumlah infrastrukur terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok
Wapres Gibran Rakabuming Raka tinjau sejumlah infrastrukur terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. (f/pemprov)

“Rencana pembangunan Sabodam, ke depan ini penting. Selain itu perbaikan gedung kantor yang berkaitan dengan palayanan publik, perbaikan sawah, rumah, dan masjid,” ujarnya.

Percepatan penanganan di berbagai sektor tersebut diharapkan dapat segera memulihkan akses dan layanan dasar masyarakat, sekaligus mendukung kembalinya aktivitas warga secara bertahap setelah bencana.

ADVERTISEMENT

Arahan Wapres

Wapres Gibran juga mengarahkan jajaran Forkopimda dan pemerintah pusat untuk memprioritaskan penangangan tanggap darurat serta memperkuat koordinasi di lapangan dalam pemulihan pasca bencana, untuk mempercepat pencarian korban hilang, pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi dan pemulihan akses masyarakat.

Untuk memastikan seluruh langkah tersebut berjalan secara cepat, terpadu, dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau Posko Utama Penanggulangan Bencana Kabupaten Solok di Lapangan Kantor Bupati Solok, Jumat (25/09/2026).

Pada posko yang menjadi pusat komando sekaligus pusat logistik tersebut, Wapres memberikan pengarahan kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan pemerintah pusat yang berada di lapangan. Wapres meminta seluruh unsur terkait untuk terus memperkuat koordinasi dan konsolidasi agar penanganan di setiap wilayah terdampak berjalan optimal.

Dalam arahannya, Wapres menegaskan bahwa penanganan bencana banjir tidak berhenti setelah air surut. Upaya pemulihan perlu segera dilanjutkan dengan pembersihan material yang terbawa banjir agar akses dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

“Penanganan tidak selesai saat air surut. Lumpur, pasir, batu, kayu, dan longsoran harus dibersihkan. Prioritas pembersihan material banjir di permukiman, jalan, jembatan, masjid, lahan pertanian, fasilitas umum,” tegasnya.

Seiring dengan penanganan dampak bencana, Wapres juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan terhadap perkembangan cuaca dan potensi bencana susulan. Informasi mengenai kondisi cuaca dan wilayah yang berisiko harus terus diperbarui dan menjadi bagian dari koordinasi penanganan di lapangan, sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Tingkatkan kewaspadaan hujan dan longsor susulan. Perkuat koordinasi dengan BMKG dan pastikan warga di area rawan menerima informasi yang mudah dipahami,” pintanya.

Selain penanganan darurat, Wapres juga menekankan pentingnya pemulihan aktivitas masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah. Menurutnya, pemulihan lahan pertanian perlu segera dilakukan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas setelah kondisi memungkinkan.

“Solok merupakan salah satu lumbung pangan untuk Sumbar dan Nasional, pemulihan lahan pertanian harus menjadi prioritas agar warga bisa kembali bertani,” ungkap Wapres.

Exit mobile version