Pesisir SelatanSumatera Barat

Petani Mengeluh, Perbaikan Irigasi Lama Akibatkan Ribuan Hektare Sawah Kekeringan di Kapujan Pessel

278
Areal pertanian kekeringan, petani Kapujan tanam palawija dan jagung.

Pesisir Selatan, Mjnews.id – Ribuan hektare areal pertanian sawah milik masyarakat petani Kenagarian Kapujan, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dilanda kekeringan.
“Pasalnya, petani tidak memperoleh air untuk mengolah sawah bercocok tanam padi telah 2 kali panen seharusnya,” kata masyarakat petani berucap pada awak media ini. 
Hal ini karena pemerintah melalui Bidang Pengendalian Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Pesisir Selatan sedang melakukan proyek perbaikan irigasi guna juga untuk memperlancar saluran air sawah buat petani di sana. Namun lamanya pengerjaan proyek ini mengakibatkan petani yang seharusnya sudah 2 kali panen, akhirnya jadi sirna.
Alhasil, masyarakat petani disana akibat kekeringan terpaksa menanam palawija jenis sayuran dan jagung. 
Ketika awak media ini menghimpun keluhan masyarakat petani di Kenagarian Kapujan terdapat keluhan masyarakat bahwa hasil dari palawija dan jagung tidaklah sebanding dengan hasil panenan padi. 
Petani di sana menyebutkan, jika dibandingkan antara hasil tanam palawija dan jagung hanya mencapai 20 persen hasilnya ketimbang panen padi.
“Kami berharap pada pihak pemerintah untuk lebih cepat menyelesaikan pengerjaan proyek pengendalian PSDA dari Kabupaten Pesisir Selatan,” pintanya.
Tim PSDA Sumbar didampingi PSDA Kabupaten Pesisir Selatan cek lokasi dan diskusi dengan petani di Kenagarian Kapujan, Kecamatan Bayang.

Terkait ini, ketika dikonfirmasikan pada Kepala Dinas PSDA Provinsi Sumbar, Fathol Bari, membenarkan hal ini memang demikian.
Fathol Bari lewat sambungan teleponnya mengatakan, dari laporan pemeriksaan lapangan oleh tim dari PSDA Sumbar yang diterjunkannya cek lokasi kekeringan lahan pertanian di Kenagarian Kapujan. 
“Daerah irigasi yang terletak di Jorong Kapujan, Kenagarian Kapujan, Kecamatan Bayang adalah irigasi kewenangan Kabupaten Pesisir Selatan,” sebut Fathol Bari.
Lanjutnya lagi, air tidak mengalir di saluran dikarenakan saluran sedang dalam tahap perbaikan irigasi. 
“Jadi, pintu air di pengambilan free intake ditutup pengurus P3A. Sehingga sebagian besar masyarakat menanam palawija,” kata Fathol Bari merincikan. 
“Hal ini juga dibenarkan oleh masyarakat petani setempat setelah dilakukan diskusi di lapangan,” pungkas Kadis PSDA Sumbar, Fathol Bari, saat membalas pesan konfirmasi dari awak media ini pada Kamis 27 Januari 2022 melalui pesan What’sAppnya.
(Obral Caniago)
Exit mobile version