| Polsek Lunang Silaut Padamkan Titik Kebakaran Lahan bersama Perusahaan dan Masyarakat. (humas) |
PESISIR SELATAN, Mjnews.id – Polsek Lunang Silaut siang tadi turun ke lokasi titik kebakaran lahan (Titik Hot Spot) di wilayah hukumnya, Rabu 2 Februari 2022.
Anggota Polsek Lunang Silaut sekira pukul 11.00 WIB melakukan pengecekan titik api yang terpantau pada Aplikasi Lapan Fire Hotspot di wilayah Hukum Polsek Lunang Silaut setelah ditelusuri melalui jalan peladangan yang jauh dari Mapolsek, Wakapolsek Lunang Silaut IPTU Syaptono, Kanit Sabara AIPTU Joni Esa Mulia, Kanit IK AIPDA Irwan M, Kanit Provos Bripka Zarmen, SH dan Brigadir Rio Swandi.
Pada saat itu Wakapolsek Lunang Silaut beserta anggota di dampingi pimpinan Kebun PT. SJAL 2 Silaut Widodo, SP melakukan pengecekan lokasi titik api yang terpantau di sebelah HGU kebun PT. SJAL 2 Silaut dan sebelah HGU PT. Sapta Sentosa Jaya Abadi Silaut, adapun lahan yang terpantau terbakar yakni Lahan milik Otra Junaidi, 41 tahun, Minang, Swasta, Alamat Lubuk Gedang Kab. Muko Muko Bengkulu, luas lahan yang terbakar sekitar 9 hektare dengan sudah memiliki tanaman kelapa sawit yang sudah berumur 2 tahun dan lahan kosong/hutan yang belum tahu siapa pemiliknya, luas terbakar sekitar 5 hektare.
Pada saat berada di lokasi tidak ditemukan adanya pemilik lahan yang terbakar, namun ada beberapa saksi petani sekitar yang ditemui antara lain Usman, 48 tahun dan Epen, 53 tahun.
Dari keterangan saksi tersebut api pertama kali terpantau sejak Selasa 1 Maret 2022 sewaktu saksi baru sampai di lokasi.
Oleh sebab itu petugas yang berada di lapangan langsung bersama-sama dengan pihak karyawan perusahaan kebun PT. Sapta Silaut dan Kariawan PT. SJAL Silaut membantu memadamkan api yang bisa di jangkau dengan mesin Robin perusahaan serta dibantu oleh masyarakat tani sekitar dan Personil Polsek Lusi dengan memanfaatkan sumber air dari parit di sekitar lokasi yang terbakar.
Pihak perusahaan kebun PT. SJAL Silaut dan PT. Sapta sentosa jaya abadi Silaut mensiagakan karyawannya di sekitar lokasi perbatatasan dengan HGU masing-masing dengan peralatan mesin pompa guna mengantisipasi api menyebar.
Pihak perusahaan melakukan penyucian parit di sekitar batas dengan kebun dan lahan yang terbakar dengan menggunakan alat exavator untuk antisipasi api menyebar ke lokasi lain.
Wakapolsek Lunang Silaut, IPTU Syaptono yang dikonfirmasi mengatakan, personel kami berupaya menemukan titik api yang jauh dari Mapolsek dan setelah menemukan kami langsung memadamkan api yang membakar lahan dengan alat seadanya hingga padam dan dibantu dengan alat dari PT HGU dilokasi, namun masih mengeluarkan kepulan asap yang berpotensi membakar lahan kembali.
Kami memintai keterangan pemilik lahan dan saksi-saksi di sekitar kejadian akan tetap belum ada kepastian penyebab kebakaran namun demikian kami masih menindak lanjuti apa penyebab kebakaran lahan tersebut, dan apabila penyebabnya kelalaian atau disengaja oleh orang, tentunya ada konsekwensi hukum yang harus ditegakkan sesuai dengan UU Perlindungan Kehutanan dan kawasan.
“Kami menghimbau kepada masyarakat sekitar hutan dan lahan, dimusim kemarau ini rawan akan kebakaran hutan karena mudah terbakar karena cuaca panas yang panjang, kiranya kita tidak melakukan pembakaran dalam membuka lahan atau melakukan aktivitas disekitar lahan yang dapat merusak lingkungan hutan menimbulkan bencana nantinya bahkan habitat di dalam hutan berpotensi musnah,” ujar Wakapolsek Lunang Silaut.
(*/tns)





