Padang PariamanSumatera Barat

Soal Pembentukan Pengurus Pasar Padang Sago, Camat Zarmiati Optimis Jelang Puasa Terbentuk

547
Camat Padang Sago, Zarmiati bersama suami

Padang Sago, MjNews.id – Kisruh dan ribut di Pasar Padang Sago tentang pengelolaan pasar sejak 30 tahun lalu sudah ada dan bukan sekarang saja.

Demikian diungkapkan salah seorang anak Nagari Batu Kalang, Rahmat, Kamis (23/2/2023).

ADVERTISEMENT

Dikatakan, siapa yang bisa membantah pendapat saya di atas, silahkan dan coba buktikan pada periode siapa pengelolaan pasar disebut baik.

“Setahu saya belum ada sama sekali. Kalau ada yang bisa buktikan pada periode si A atau si B, ini yang dibuatnya, ini arsip laporan keuangannya, saya siap menghadapi bantahan itu,” ujar Rahmat.

Ditambahkan, sebagai saran dan masukan kepada seluruh lapisan masyarakat Padang Sago mulai dari KAN, Wali Nagari, Pemuda Bundo Kandung termasuk kepada pemerintahan kecamatan dan kabupaten kalau kepingin pasar bisa mendatangkan hasil keuangan yang bisa dinikmati oleh semua elemen, kontrakkan saja pada pihak ketiga.

“Saya yakin dan haqqul yakin Pasar Padang Sago akan lebih bagus dan bisa mendatangkan hasil maksimal,” tukuk laki laki sarjana ekonomi ini.

Lebih jauh ditegaskan Rahmat, nama pasar tetap Pasar B Padang Sago milik Tiga Kerapatan Adat Nagari (KAN) Batu Kalang, Koto Dalam dan Koto Baru. Buat plang sebesar-besarnya di depan pasar tersebut. Tetapi pengelola dan manajemen pihak ketiga,” tukas Rahmat dengan nada berapi-api.

Saya minta kepada semua yang terkait dengan Pasar Padang Sago untuk merubah pola pikir.

“Tidak zamannya lagi berfikiran picik dan sempit. Kini zaman sudah berubah pada kemajuan global. Siapa yang tidak mau merubah pola pikirnya, akan selalu meributkan yang kecil,” ucap Rahmat kembali.

Menurut Rahmat, kalau hanya sekedar ganti pengurus pasar, pola tidak dirubah, siapa yang ditunjuk itulah yang akan menikmati hasilnya.

Ditegaskan lagi, coba tanya kepada pengurus sekarang, berapa jatah untuk KAN, Wali Nagari, Camat. Begitu pula, berapa untuk perawatan pasar per bulan.

“Sekali lagi saya yakin mungkin pengurus pasarnya akan keringatan. Begitu pula honornya. Pasti dia tidak akan dapat menjawabnya,” tukuk laki-laki sehari-hari berkebun pepaya ini.

“Jadi, siapa yang ditunjuk dari nagari masing-masing oleh KAN, itulah yang akan basah kerongkongannya, yang lain manciraguik menunggu giliran,” ulangnya.

Camat Padang Sago, Zarmiati yang dihubungi secara terpisah menuturkan sudah dua kali pertemuan dengan KAN 3 Nagari termasuk dengan Wali Nagari.

“Pada pertemuan ketiga KAN Koto Dalam tidak bisa hadir. Kesepakatan untuk membawa jagoan masing-masing buyar lagi,” ujar ibuk Camat melalui telepon androidnya.

Dituturkan buk Camat, dia akan mengulang lagi mengundang KAN 3 Nagari sebagai pemilik pasar.

“Insya Allah saya optimis jelang bulan puasa pengurus pasar akan terbentuk,” ulasnya.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Batu Kalang, Edwar Waja Putra Dt. Rajo Mudo ketika dihubungi mengatakan sudah 3 kali bolak-balik dari Pekan Baru untuk mendudukkan Pengurus Pasar ini.

“Kami dari Batu Kalang sudah punya anak nagari yang akan menjadi pengurus pasar, apa pun bentuk kesepakatan kami setuju,” ujar Pangulu.

Begitu pula KAN Koto Baru, Agus Salim Dt. Angke Basa sangat setuju dengan ajakan Camat.

“Saya senang dengan ibuk camat ini, orangnya sangat respon terhadap perbaikan Pasar Padang Sago,” ujar Agus Salim dengan nada gembira.

Sementara KAN Koto Dalam, Dt. Bandaro ketika dihubungi melalui telepon tidak menjawab. Bagitu pula pesan WhatsApp tidak dibalas.

H. Syahril Ali memberikan masukan dan saran, karena ini untuk kepentingan publik, sebaiknya masing masing yang diundang Camat hadir lah.

“Jangan gara-gara tidak hadir 1 orang, keputusan tidak dapat diambil. Kalau orang sudah menghormati kita, hormati pula orang lain,” ujar petinggi Unand ini.

(Tka)

Exit mobile version