MJNews.id – Tidak terasa, kita umat muslim sudah menjelang malam-malam terakhir bulan Ramadan. Sepuluh malam terakhir Ramadan, merupakan malam terbaik untuk berbuat amalan di bulan puasa. Hal tersebut, merupakan isi Khutbah Jumat, Buya Jasriman di Masjid Nurul Amri Balai Balai, Padang Panjang.
Sepuluh hari terakhir Ramadan, ini juga dapat diibaratkan momentum genting seorang hamba dalam menyempurnakan ibadahnya. Berlomba-lomba dalam mencari ridho Allah untuk mendapat ampunan dari segala dosa yang diperbuat dan meningkatkan ketakwaan sehingga senantiasa terjaga keimanannya dan hidupnya dengan hal-hal yang diberkahi oleh Allah SWT.
Sejatinya, sepuluh malam terakhir dalam puasa merupakan malam untuk mendulang amalan bagi kita umat muslim. Banyak yang bisa kita perbuat di malam sepuluh terakhir Ramadan.
“Dalam sepuluh malam terakhir ini terdapat peristiwa Lailatul Qadar yang merupakan malam yang lebih baik dari pada seribu bulan, dan barang siapa yang melakukan sholat di malam tersebut dengan penuh keimanan, maka akan terampuni segala dosa-dosanya,” terang Jasriman.
Untuk itu, bagi siapa melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan serta mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dalam sepuluh malam terakhir ini kita juga dianjurkan untuk senantiasa berdoa kepada Allah sebagaimana yang dianjurkan nabi pada kita semua.
Rasanya, merugi kita yang tidak melakukan amalan di sepuluh hari terakhir Ramadan. Iktikaf, membaca Al, Qoran, berada dalam majelis zikir. Hal yang utama dianjurkan nabi. Semua itu, kita lakukan untuk menyempurnakan ibadah dalam bulan puasa.
Secara umum, keutamaan 10 hari terakhir Ramadan terletak pada keberadaan malam Lailatul Qadar yang memiliki nilai lebih baik dari seribu bulan pada salah satu malam dari hari-hari tersebut.
Dengan keutamaan tersebut, banyak amalan yang bisa dilakukan oleh umat Muslim. Tadarus atau membaca Alquran memiliki keutamaan yang sangat luar biasa, bahwa di dalam satu huruf dari Al-Qur’an terdapat satu kebaikan.
Memperbanyak doa, sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya bahwa Rasulullah menganjurkan kepada kita untuk mempebanyak doa kepada Allah dan mengharap ampunan-Nya.
Iktikaf adalah berupa amalan ibadah berupa berdiam diri di masjid dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam tiga tahun terakhir ini, sudah banyak masjid di Kota Padang Panjang ini yang mengkordinir serta memfasilitasi orang yang ingin malakukan iktikaf di masjid.
“Masjid Islamic Center, Masjid Raya Jihad. Bila tidak salah, peserta Iktikaf di Masjid Islamic Center mencapai hampir lima ratusan,” tutur Jasriman.
(Son)
