Sumatera Barat

Penuhi Kebutuhan Pangan, Prof Musliar Kasim Sarankan Pemerintah Cetak Sawah Baru

399
Guru Besar Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) Padang, Prof Musliar Kasim
Guru Besar Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) Padang, Prof Musliar Kasim. (f/obral)

Mjnews.id – Tingginya kebutuhan beras di Indonesia, termasuk di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), menyebabkan masalah dalam mempertahankan areal sawah dan meningkatkan hasil produksi padi. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penduduk di Indonesia telah meningkat hingga mendekati 274 juta jiwa, sementara luas lahan pertanian nyaris tak bertambah.

Beberapa faktor yang menyebabkan permasalahan ini adalah terjadinya konversi lahan sawah menjadi bangunan atau perkebunan, kurangnya dukungan dan insentif bagi petani untuk meningkatkan hasil produksi padi, serta sulitnya mempercepat musim tanam. Akibatnya, harga beras lokal terus naik, dan pemerintah dihadapkan pada tantangan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan peningkatan teknologi budidaya pertanian dan ekspansi areal pertanian.

Menanggapi hal itu, Guru Besar Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) Padang, Prof Musliar Kasim menyarankan perlunya pemerintah untuk melakukan program cetak sawah baru yang dapat menambah hasil produksi padi. Penggunaan teori dan teknologi berteknologi dalam budi daya pertanian juga dapat meningkatkan hasil produksi.

Dikatakannya, hasil produksi panen padi dengan teori dan teknologi tanam padi sabatang telah terbukti bisa menambah hasil produksi.

“Alhamdulillah, dengan teori tanam padi sabatang telah terus ditekuni petani karena telah berubah hasil dapat meningkatkan hasil produksi dari sebelumnya”, sebut mantan Wamendikbud RI ini di masa Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Meskipun mempercepat musim tanam padi sulit dilakukan karena memerlukan persiapan dan persyaratan tertentu, tetapi mantan Rektor Unand Padang 2 periode berturut-turut ini menegaskan pentingnya melakukan ekspansi lahan pertanian melalui cetak sawah baru untuk meningkatkan luasan areal tanam dan mengurangi ketergantungan pada lahan yang sudah ada.

Permasalahan tingginya kebutuhan beras dan luas lahan pertanian yang terbatas memerlukan kerja sama antara pemerintah dan petani dalam menerapkan teknologi modern dan inovatif dalam budidaya pertanian.

“Dengan demikian, diharapkan suplai beras lokal tetap stabil dan dapat memenuhi kebutuhan pangan penduduk,” pungkasnya.

(Obral)

Exit mobile version