MJNews.id – Satu lagi calon destinasi wisata segera diboomingkan di Desa Silungkang Oso. Destinasi ini akan dijadikan kawasan camping ground Guak Kumbuah Village, guna menambah PADes Silungkang Oso.
“Saat ini pihak pemerintah desa sudah melakukan verifikasi terhadap destinasi wisata baru tersebut,” kata Kepala Desa Silungkang Oso, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Ferdinal kepada Media, Selasa 14 November 2023.
“Destinasi ini berada di kawasan Guak Kumbuah Dusun Sungai Cacang, Desa Silungkang Oso, yang berjarak 2 km dari Kantor Desa dan Kolam Pemandian Mudiak Lugha. Jalur ini dapat dilewati oleh wisatawan yang hendak menikmati keindahan batu Runciang dan juga kawasan Goa Kelambu,” tuturnya.
Ferdinal menyebutkan lebih lanjut, saat ini kawasan Guak Kumbuah sudah dapat dilewati oleh kendraan roda dua hingga menuju puncak.
Terkait untuk pengembangan destinasi wisata baru kawasan Guak Kumbuah ini, pihaknya akan melaksanakan kegiatan pengecoran jalan lingkar guna menuju akses ke lokasi tersebut yang akan dianggarkan dari APBDes tahun 2024 yang akan datang.
Untuk wisatawan yang nantinya berkunjung ke destinasi wisata Guak Kumbuah ini, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah Desa Silungkang Oso, dengan latar di bawahnya taman bunga, dan dari ketinggian tersebut juga dapat dilihat pemandangan Nagori Silungkang. Pengunjung pun dapat menikmati pemandangan matahari terbenam dari ketinggian dengan udara yang sangat sejuk.
Untuk menuju ke lokasi tersebut tidaklah sulit, dari arah sebelum batu runciang yang bisa dilewati kendaraan roda 4 akan naik sedikit 100 meter yang bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.
Untuk menambah kenyamanan pengunjung, pihaknya juga berencana akan menambah beberapa fasilitas umum di kawasan destinasi baru tersebut.
“Sebenarnya ada 22 item destinasi wisata baru yang akan diboomingkan di Silungkang Oso, namun kita cicil terlebih dahulu satu-satu. 22 item tersebut sudah dilakukan identifikasi dan kita juga sedang menarik perhatian masyarakat sekitar untuk giat dalam membangun pondasi awal dalam kegiatan pemberdayaan masyakrat sekitar untuk membuka aksesnya,” kata Ferdinal.
(Uni)
