Fauzi Bahar berharap adanya sedikit kelonggaran dari Bawaslu supaya peserta kontestasi Caleg dapat memasang tanda gambar yang kira-kira sedikit bersentuhan dengan Fasum pemerintah.
“Jadi, terganggu sebentar saja seperti pohon, tiang Fasum non NJOP biasa lah yang namanya kita sedang/atau mau pesta demokrasi”, ulasnya.
Sehubungan ini, Fauzi Bahar malah menawarkan jika ada giat dan rapat-rapat di kantor LKAAM Sumbar bagi masyarakat yang mau ada rapat-rapat dan Fauzi Bahar juga menawarkan konsumsi darinya.
“Karena LKAAM Sumbar adalah milik masyarakat”, pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama di forum diskusi MOI mengapungkan tema Pemilu Damai atau Pemilu Badunsanak.
Jajaran Bawaslu Sumbar, Nurenide, tetap menegaskan, bahwa pemasangan tanda gambar kandidat peserta kontestasi pada Fasum pemerintah daerah terkait merupakan pelanggaran etik Pemilu, yang dibubuhi dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Dan, pada forum diskusi para jurnalis ini juga mengapung berbagai pendapat dari pihak yang menghadiri seperti utusan dari OPD Pemprov Sumbar, dan TNI/Polri dengan visi Pemilu berjalan lancar.
Dari peserta forum diskusi utusan TNI/Polri menyebutkan, pada 14 Februari 2024 sebanyak 2/3 dari kekuatan Polri wilayah Polda Sumbar sudah disiapkan.
Sementara Kabiro Bintal Korem 032 Wirabraja Sumbar, Kapten Infantri Nurmansyah menyampaikan, bahwa TNI dalam pengamanan Pemilu, jika kepolisian memerlukan penguatan pengamanan Pemilu dari TNI siap menambahkan pasukan.
“Pada intinya, TNI tetap menegakkan sikap netralitas”, ungkapnya.
Senada dengan itu, Nurmansyah menyampaikan pada wartawan, semoga rekan-rekan wartawan media online dapat menyampaikan informasi yang berimbang dan kondusif.
Forum diskusi Pemilu berlangsung alot, dipandu langsung Ketua MOI Sumbar, Anul Zufri, dan Wakil Sekretaris MOI Sumbar, Zulhendri.
