Pada 2023 lalu, imbuh Gemala, UNESCO juga menetapkan A.A Navis sebagai tokoh peringatan internasional dalam rangka 100 tahun kelahiran,” ungkapnya.
Haji Ali Akbar Navis, atau lebih dikenal sebagai A.A Navis, lahir di Padang Panjang pada 17 November 1924. Ia dikenal luas melalui cerpen legendarisnya “Robohnya Surau Kami” (1956). Karya lainnya, termasuk novel “Saraswati”, diterbitkan ulang oleh Gramedia Pustaka Utama pada 2002.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Nurasrizal menyebutkan, keluarga A.A Navis telah banyak memberikan kontribusi sejak PDIKM masih dikelola yayasan.
“Dedikasi dan bantuan keluarga besar A A Navis terhadap PDIKM patut diapresiasi. Kami juga banyak dibantu oleh Museum Adityawarman dalam pengelolaan koleksi. Ke depan, PDIKM ditargetkan menjadi salah satu pusat rujukan utama dokumentasi budaya di Sumatera Barat,” ungkapnya.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga menyerahkan hibah buku kepada tujuh TBM dan sembilan perpustakaan masjid, sebagai bagian dari penguatan budaya baca dan literasi masyarakat.
(arb)
