Bentuk intervensi meliputi pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita berisiko. Pemerintah juga menyediakan pangan olahan untuk keperluan medis khusus bagi balita stunting.
Pendampingan keluarga berisiko dilakukan secara berkelanjutan agar upaya pencegahan berjalan optimal. Kesehatan dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia.
Dalam aspek perlindungan sosial, Istana Lansia dihadirkan sebagai pusat pelayanan terpadu bagi warga lanjut usia. Fasilitas ini mendukung kebutuhan fisik, mental, dan sosial lansia.
Sekolah Lansia yang diikuti 212 peserta menjadi ruang pemberdayaan agar lansia tetap sehat dan produktif. Pemerintah ingin memastikan kelompok ini tetap aktif berkontribusi dalam masyarakat.
Graha Disabilitas diresmikan sebagai wadah pengembangan kapasitas penyandang disabilitas. Berbagai pelatihan dan dukungan kewirausahaan disediakan untuk meningkatkan kemandirian.
Sebanyak 129 penerima manfaat memperoleh bantuan pemenuhan kebutuhan dasar. Kebijakan ini mencerminkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Perlindungan pekerja rentan diperkuat melalui program BPJS Ketenagakerjaan yang dilaksanakan dalam tiga tahap. Program ini memberikan jaminan sosial yang lebih luas bagi masyarakat pekerja.
Di sektor ketenagakerjaan, Pemko menggelar pelatihan bahasa Jepang, hidroponik, dan satuan pengamanan. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
Program Walk In Interview juga dilaksanakan untuk memperluas akses lapangan kerja. Upaya ini menjadi strategi menekan angka pengangguran secara bertahap.
Dalam bidang pertanian, dukungan diberikan melalui bantuan traktor roda dua dan rice transplanter. Modernisasi alat pertanian ini meningkatkan produktivitas petani.
