OlahragaPadang Panjang

Pacu Kuda Alek Anak Nagari Pabasko Semarak

320
Pacu Kudo Alek Nagari Pabasko Dipadati Penonton dari Berbagai Daerah. (f/kominfo)

PADANG PANJANG, Mjnews.id – Perhelatan akbar Pacu Kuda Alek Anak Nagari Padang Panjang, Batipuah, X Koto (Pabasko) berlangsung semarak. Dihadiri ribuan masyarakat yang begitu antusias menyaksikan berbagai rangkaian acara di Gelanggang Pacuan Bancalaweh, Minggu (26/6/2022).
Sebanyak 12 race diperlombakan yang diikuti 10 kontigen dengan jumlah 52 kuda yang berpacu. Mereka berasal dari Padang Panjang, Padang, Bukittinggi, Payakakumbuh, Sawahlunto, dan Tanah Datar. Acara dibuka gubernur Sumbar diwakili Kadis Pariwisata Sumbar, Drs. Luhur Budianda SY, M.Si.
“Alek Gadang” ini diawali dengan prosesi arak-arakan Kuda Bogi yang ditumpangi Wali Kota, H. Fadly Amran BBA Datuak Paduko Malano beserta ninik mamak 23 nagari, menuju Gelanggang Bancalaweh. Iring-iringan dimulai dari Rumah Dinas Wali Kota.
Wako Fadly dan ninik mamak saat itu terlihat nengenakan pakain adat baju datuk berwarna hitam. Pemandangan ini terkesan kembali ke masa lalu, menandai kecintaan terhadap budaya dan adat istiadat di Pabasko.
Tampak hadir, Wakil Wali Kota Drs.Asrul, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM Sumbar) Sumatera Barat, Dr. Fauzi Bahar, M.Si Datuak Nan Sati, Wakil Ketua DPRD Padang Panjang, Imbral, S.E, Forkopimda dan pejabat terkait lainnya. 
Luhur Budianda mengapresiasi Pemko dan panitia atas terlaksananya Pacu Kuda Alek Anak Nagari Pabasko ini. “Harapannya bisa menjadi kalender event pariwisata kota yang bisa dimasukkan ke dalam kalender event Sumbar dan nasional,” ujarnya.
Wako Fadly dalam sambutannya meyakini terdapat dampak positif dari penyelenggaraan “alek pacu kudo” ini. 
“Dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini, kami berharap mampu meningkatkan ekonomi peternak kuda khususnya, dan menggairahkan ekonomi masyarakat Padang Panjang, Batipuah, X Koto umumnya,” ujarnya.
Di samping itu, kata Fadly, mampu memunculkan kuda-kuda berkualitas yang bisa bersaing di event-event pacu kuda regional maupun nasional. 
“Acara ini sekaligus memperkenalkan atraksi budaya daerah khususnya kepada anak-anak kita. Sehingga memperkaya khazanah dan kecintaan mereka terhadap budaya Minangkabau yang tak lakang dek paneh, tak lapuak dek hujan,” sebutnya. 
Sementara itu, Fauzi Bahar memuji kekompakan nagari-nagari di Pabasko. “Luar biasa, meski secara administratif terpisah, tapi negeri ini kompak,” katanya.
Fauzi mengapresiasi Wako Fadly yang berupaya membangkitkan perekonomian UMKM setelah selama dua tahun dilanda Covid-19.
Adapun perwakilan ninik mamak dari 23 nagari di Pabasko, Datuak Pandak menyampaikan rasa syukur atas perhatian Pemko bekerja sama dengan panitia memberikan hiburan kepada anak kamanakannya di Pabasko. 
“Tidak dipungkiri banyak dampak positif bagi nagari. Harapannya, Pemko Padang Panjang ke depan terus menjaga dan meningkatkan kualitas alek pacu kuda,” sebutnya.
Ketua Panitia, Delius Putra menyampaikan terima kasih dan rasa bangga telah dipercaya melaksanakan acara tersebut. Dirinya menyatakan, 300 UMKM turut difasilitasi pada acara ini. 
Adapun pacuan kuda yang diperlombakan yaitu Draf Bogie Baru Jarak 2.400 Meter, Draf Bogie Usang Jarak 3.200 Meter, Kelas E Pertama Berpacu Jarak 600 Meter, Kelas CD 2 Tahun Pemula Perdana Jarak 600 Meter, Kelas AB 2 Tahun Pemula Perdana Jarak 800 Meter, Kelas CD 2 Tahun Pemula Jarak 1.200 Meter, Kelas Terbuka Jarak 1.200 Meter, Kelas E Terbuka Jarak 1.200 Meter, Kelas AB 2 Tahun Pemula Divisi II Jarak 1.400 Meter, Kelas AB 2 Tahun Pemula Divisi I Jarak 1.400 Meter, Kelas CD 3 Tahun Remaja Jarak 1.600 Meter, Kelas 3 Tahun Derby Jarak 1.800 Meter.
Dipadati Penonton dari Berbagai Daerah
“Pacu taruih, lambuik, kaja-kaja, capek-capek, ondehh..,” begitulah teriakan-teriakan yang terdengar di berbagai sudut lapangan saat kuda berpacu. 
Salah seorang penonton, Samsinur (77) dari Alahan Panjang, Kabupaten Solok mengungkapkan, kerinduannya untuk menonton pacu kuda akhirnya terobati setelah melihat langsung hari ini. Terlebih ia baru pertama kali menonton di Gelanggang Pacuan Bancalaweh, Padang Panjang ini. 
“Pacu kuda ini benar-benar acara yang dinanti oleh semua orang. Terutama bagi saya sendiri, karena ada satu kecanduan yang saya rasakan dan benar-benar terobati setelah melihatnya,” sebutnya. 
Ia mengatakan acara pacu kuda ini sudah ada sejak dulu dan menjadi hiburan serta tradisi bagi masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini sering digelar dan dibuat lebih meriah lagi. 
“Intinya pacu kuda ini menyenangkan, ditambah lagi suami saya ikut menjadi salah satu joki dalam acara ini. Semoga suami saya bisa menang dan membawa medali pulang,” ujarnya. 
Repi (60) dari Kota Padang juga sangat antusias menyaksikan pacu kuda ini. Ia sengaja dari Padang ke Padang Panjang hanya untuk menonton pacuan kuda. 
“Saya dapat informasi dari media sosial kalau ada pacu kuda di sini. Tanpa pikir panjang, saya ke sini untuk menyaksikannya. Ternyata ramai sekali penonton di sini. Jajanan pun lengkap. Cuma tempat untuk berteduh susah karena sudah dipadati banyak orang,” katanya.
(hrs/arb)
Exit mobile version