| Koordinator Penyuluh Pertanian Padang Panjang Timur, Rajiati. (f/kominfo) |
PADANG PANJANG, Mjnews.id – Eco enzym merupakan cairan alami yang berasal dari fermentasi bahan organik, seperti sisa sayur-sayuran dan buah-buahan yang masih segar.
“Eco enzym memiliki banyak manfaat. Di antaranya sebagai pupuk tanaman, cairan pembersih serba guna, dan pengusir hama,” jelas Koordinator Penyuluh Pertanian Padang Panjang Timur, Rajiati, S.P, Rabu 9 Maret 2022.
Dikatakannya, pembuatan eco enyzm tidaklah sulit. Komposisinya 1, 3, dan 10.
“Satu kg gula merah tebu, 3 kg sisa sayuran dan buah-buhan. Lalu, 10 liter air. Airnya jangan berkaporit. Pakai air hujan atau air sumur. Semuanya diaduk, dimasukkan ke wadah tertutup. Bisa plastik besar, atau ember, difermentasi selama tiga bulan,” katanya.
Setelah 3 bulan, larutan fermentasi itu disaring. Ampasnya bahkan bisa untuk mengatasi WC yang tersumbat.
“Ampas dimasukkan ke lubang WC. Dibiarkan semalaman, lalu disiram,” ujarnya.
Dikatakannya lagi, eco enzym bisa sebagai disinfektan pembersih kandang ternak. Perbandingannya 10 cc eco enzym dicampur dengan 1 liter air. Kemudian, bila dicampur dengan sabun cuci piring, perbandingan 1:1 sangat baik untuk pembersih kuman pada lantai, wc atau pembersih perangkat rumah tangga lainnya.
“Bisa untuk terapi juga. Kurang enak badan, dengan perbandingan campuran 10 cc eco enzym ke dalam 1 liter air hangat, untuk merendam kaki atau mandi,” sebutnya.
Di Padang Panjang, kata Rajiati, penyuluh pertanian terus menggalakkan penggunaan eco enzym dari akhir tahun 2020 lalu.
“Kita mengajak masyarakat turut serta melestarikan lingkungan. Tidak membuang sampah organic, tapi memanfaatkannya guna membuat eco enzym. Dengan demikian beban Tempat Pembuang akhir Sampah (TPA) juga berkurang,” tuturnya.
(hrs/arb)
