BeritaInternasionalPadang Pariaman

Sulam Kapalo Samek, Kerajinan Khas Padang Pariaman Ditampilkan di Belgia

26
Warisan kriya Kabupaten Padang Pariaman, Sulam Kapalo Samek, tampil di hadapan publik Eropa melalui Indonesia Creative Week Belgium (ICWB) 2026 di Brussels.
Warisan kriya Kabupaten Padang Pariaman, Sulam Kapalo Samek, tampil di hadapan publik Eropa melalui Indonesia Creative Week Belgium (ICWB) 2026 di Brussels. (f/pemkab)

Setiap helai benang dan motif yang dikerjakan para perajin merupakan bagian dari pengetahuan dan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, upaya membawa Sulam Kapalo Samek ke panggung internasional juga merupakan bagian dari menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut.

“Keikutsertaan Sulam Kapalo Samek di Belgia bukan hanya tentang memperkenalkan sebuah produk, tetapi juga membawa identitas dan budaya Padang Pariaman ke dunia internasional. Kami berharap momentum ini membuka semakin banyak peluang bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk berkembang,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dari Selendang hingga Busana Modern

Salah satu daya tarik Sulam Kapalo Samek pada ICWB 2026 adalah pengembangan produk melalui kolaborasi dengan Itang Yunaz.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa sulaman tradisional tidak harus berhenti pada bentuk dan penggunaan konvensional. Dengan pendekatan desain yang tepat, Sulam Kapalo Samek dapat dihadirkan dalam berbagai bentuk busana yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi lebih tinggi.

Sejumlah model baju kurung dengan sentuhan Sulam Kapalo Samek diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. Desain yang berbeda-beda disiapkan untuk menyesuaikan dengan karakter dan selera pasar, tanpa menghilangkan identitas khas sulaman Padang Pariaman.

Langkah tersebut menjadi salah satu strategi untuk menjadikan Sulam Kapalo Samek lebih fleksibel dalam memasuki industri fesyen, sekaligus memperbesar peluang penetrasi pasar internasional.

Bagi para perajin, perkembangan ini bukan hanya membuka ruang promosi, tetapi juga berpotensi meningkatkan nilai tambah produk, memperluas jaringan pemasaran, dan menciptakan peluang kerja sama baru.

Gerakan Diaspora Mengangkat Budaya dan UMKM Indonesia

Indonesia Creative Week Belgium 2026 diselenggarakan oleh Native Indonesia, sebuah gerakan diaspora yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Indonesia sekaligus mendorong UMKM Indonesia agar mampu berkembang dan dikenal di tingkat internasional.

ICWB juga membawa semangat pemberdayaan perempuan melalui penguatan potensi kreatif dan ekonomi berbasis budaya.

Kolaborasi antara diaspora, KBRI Brussels, pelaku UMKM, perajin, desainer, dan berbagai pihak tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat internasional.

Bagi Padang Pariaman, kesempatan ini memiliki arti penting karena Sulam Kapalo Samek tidak hanya hadir sebagai sebuah produk, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya Minangkabau yang memiliki nilai sejarah, kreativitas, dan kearifan lokal.

Exit mobile version