OpiniSolok Selatan

Mengapa Warga Lubuk Ulang Aling Minta Pindah ke Dharmasraya?

426
Mengapa Warga Lubuk Ulang Aling Minta Pindah ke Dharmasraya? Oleh Bustami Narda
Bustami Narda. (f/ist)

Alih-alih mengaspal jalan, yang amat mengecewakan masyarakat tiga nagari ini, anggaran yang sudah ditetapkan untuk mengaspal jalan dari Dusun Tangah menuju Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya ini dialihkannya ke tempat lain. Yang tambah menyedihkan lagi, anggota DPRD Solok Selatan dari warga Lubuk Ulang Aling sendiri diam saja seribu bahasa.

Dengan ini, apabila kita amati, selagi tiga nagari di Lubuk Ulang Aling ini masih berada di Kabupaten Solok Selatan, sangat tipis harapan jalur transportasi di Lubuk Ulang Aling akan ada perubahan, terutama jalur transportasi yang menghubungkan Lubuk Ulang Aling dengan Dharmasraya.

ADVERTISEMENT

Padahal hubungan Lubuk Ulang Aling secara ekonomi, social dan budaya lebih dekat ke Pulau Punjung, Ibu Kabupaten Dharmasraya dibandingkan ke Padang Aro, Ibu Kabupaten Solok Selatan.

Pemerintahan Kabupaten Solok Selatan ada kesan selama ini enggan membangun jalur transportasi yang memadai ke Lubuk Ulang Aling.

Jika kita perhatikan, penyebabnya antara lain, kalau lancar jalur lalulintas dari dan ke Lubuk Ulang Aling, masyarakat setempat akan cepat maju. Apabila masyarakat sudah maju, akan sulit dikendalikan terutama ketika berlangsung Pemilu Legislative dan Pilkada.

Di samping itu, jika masyarakat sudah maju karena perhubungan sudah lancar, orang dari liar Lubuk Ulang Aling akan kesulitan mengeruk kekayaan alam di sana dengan cara menjadikan masyarakat setempat sebagai penonton saja.

Selanjutnya, selama Lubuk Ulang Aling masih termasuk ke dalam Wilayah Solok Selatan, Pemerintahan Kabupaten Solok Selatan tetap akan keberatan membangun jalan yang memperlancar hubungan Lubuk Ulang Aling dengan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Alasannya, karena bisa jadi dianggap oleh Pemerintahan Solok Selatan membuat masyarakat Lubuk Ulang Aling lebih cenderung berhubungan ke Pulau Punjung dibandingkan ke Padang Aro.

Masyarakat Lubuk Ulang Aling merasa lebih dekat dengan Pulau Punjung

Memang harus diakui, semenjak zaman dahulu hingga sekarang, masyarakat Lubuk Ulang Aling merasa lebih dekat dengan Pulau Punjung, Ibu Kabupaten Dharmasraya daripada dengan Padang Aro, Ibu Kabupaten Solok Selatan. Pasar sehari-hari masyarakat Lubuk Ulang Aling dari zaman dahulu hingga sekarang adalah Pulau Punjung, bukan Padang Aro. Sekarang tidak kurang dari 70% warga masyarakat tiga Nagari di Lubuk Ulang Aling ini yang sudah punya rumah permanen di Pulau Punjung. Sedangkan di Padang Aro, sependek pengetahuan kita belum ada satu keluarga pun warga masyarakat Lubuk Ulang Aling yang mendirikan rumah di Padang Aro. Kecuali mungkin yang menikah dengan orang Padang Aro.

Apa artinya ini? Adalah menunjukkan bahwa hubungan masyarakat Lubuk Ulang Aling secara emosional, baik ditinjau dari sisi ekonomi, sosial, budaya dan yang lainnya, jauh lebih dekat ke Ibu Kabupaten Dharmasraya Pulau Punjung dibandingkan ke Ibu Kabupaten Solok Selatan Padang Aro.

Karena itu, dengan berhembusnya angin yang membawa keinginan masyarakat tiga nagari di Lubuk Ulang Aling ini pindah ke Kabupaten Dharmasraya dari Kabupaten Solok Selatan akhir-akhir ini, sangatlah masuk akal dan wajar.

Hembusan angin ini sudah sejak Lama sebenarnya. Semenjak berlangsung proses perjuangan pemekaran Dharmasraya dulu, saya selaku salah seorang yang turut dalam proses pemekaran Dharmasraya tersebut dulu, ditekankan oleh tokoh pemekaran Dharmasraya Pak Zubir, pemilik Rumah Makan Umega di Gunung Medan dan Drs. H. Arlis Ade yang pernah jadi Ketua LKAAM Dharmasraya kepada saya, setelah tercapai cita-cita pemekaran Dharmas Raya nanti, Lubuk Ulang Aling harus pindah ke Kabupaten Dharmasraya karena hubungannya lebih dekat ke Dharmasraya dibandingkan ke Solok Selatan.

Penulis, Wartawan Senior dan Ketua Dewan Penasehat Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Lubuk Ulang Aling Sekitarnya (DPP.IKLUAS), tinggal di Jakarta.

(*)

Exit mobile version